SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

All SPEAKERS
Fransiska Prihadi
Program Director of Minikino Film Week-Bali International Short Film Festival

Fransiska Prihadi

Seorang arsitek dan salah satu pendiri bioskop art-house MASH Denpasar. Ia pernah menjabat sebagai programmer tamu, anggota komite pra-seleksi, serta juri di berbagai festival film pendek nasional dan internasional. Selain kegiatan kuratorialnya, ia juga memfasilitasi dan menjadi mentor dalam workshop pembuatan film dan kritik film, dengan fokus pada pengembangan tulisan yang dapat beresonansi baik dengan para sinema enthusiast maupun pembaca umum.
Mia A. Sentosa
Co-Producer at Visinema Pictures

Mia A. Sentosa

Mia Santosa adalah co-producer di Visinema, perusahaan cerita terkemuka di Indonesia yang dikenal lewat berbagai rilisan film lintas genre yang mendapat banyak pujian. Sejak 2019, Mia telah memegang peran penting dalam sebagian besar proyek Visinema dan saat ini bertanggung jawab dalam mengelola pendanaan untuk produksi serta distribusi seluruh rilisan perusahaan. Portofolionya mencakup film-film menonjol seperti 24 Jam Bersama Gaspar (2023), yang berkompetisi di Jiseok Competition, Busan Film Festival 2023; Ali Topan (2023), yang tayang perdana di Busan Film Festival 2023; dan 13 Bombs (2023), film penutup Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023. Karya terbarunya antara lain Home Sweet Loan (2024), diproduseri oleh Cristian Immanuel yang dikenal lewat film box office Menculik Raden Saleh (2022); Jumbo (2025), yang kini menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa sekaligus film animasi dengan pendapatan tertinggi di Asia Tenggara; serta Panggil Aku Ayah (2025), kolaborasi pertama bersama raksasa hiburan Korea, CJ ENM, yang diadaptasi dari film mereka Pawn (2020). Ke depan, Mia berkomitmen untuk membawa rilisan Visinema ke panggung global dan memperluas kolaborasi dengan para produser internasional guna menjangkau penonton yang lebih luas.
Ifan Ismail
Scripwriter

Ifan Ismail

Ifan Ismail baru sadar bahwa dia telah menyukai film sejak kecil, justru di bangku kuliah. Lewat kegiatannya di unit mahasiswa Liga Film Mahasiswa (LFM) di ITB, ia terbenam dalam dunia film dan menjajal banyak lini. Pertama, tercebur di produksi film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) sebagai tukang angkut dan pemotong bawang.

Setelah itu terjun ke televisi dan perfilman sebagai penulis skenario. Mulai dari acara komedi Extravaganza hingga ke film Habibie & Ainun dan Sultan Agung. Profesi ini sempat membawanya mengikuti residensi ASEAN in Residence yang diadakan Kementerian Kebudayaan Thailand dan Kyoto Filmmakers Lab di Kyoto. Keduanya di tahun 2014.

Tercebur di kolam yang lain lagi sejak 2017, menjabat sebagai Koordinator Program kineforum, sebuah program dan ruang putar alternatif di bawah Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Hingga saat ini masih mengelola program kineforum dan menulis skenario. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Senior Development di Skriptura, divisi kreatif dan penulisan Visinema.
Evi Cecilia
Producers Lab 2023 Alumni

Evi Cecilia

Evi Cecilia adalah produser Tionghoa-Indonesia yang berdedikasi untuk mengangkat suara personal maupun kelompok terpinggirkan melalui film. Sejak 2022, ia memproduksi original series untuk Vidio dan kini tengah mengembangkan film panjang perdananya yang telah terpilih di berbagai lab dan market internasional, termasuk Jakarta Film Week Producer’s Lab, Platform Busan, dan Indonesia-France Film Lab.