SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

FESTIVAL MEETING
Rina Damayanti
Festival Director of Jakarta Film Week

Rina Damayanti

Rina Damayanti adalah seorang pembuat film yang berfokus pada bidang film, seni, dan budaya. Ia menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (1993–1997) dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta (1994–2003). Kariernya dimulai pada tahun 2000 sebagai produser di SET Film Production. Pada tahun 2013, Rina mendirikan sekaligus menjadi produser di Padi Padi Creative. Selain itu, ia juga aktif terlibat sebagai directing producer di situs kanal budaya Indonesia, indonesiana.tv. Sejak tahun 2021, Rina menjabat sebagai Festival Director Jakarta Film Week, sebuah festival film internasional yang berbasis di Jakarta.
Liza Diño
Executive Director of QCFC, Managing Director of QPM, Head of QCinema Industry

Liza Diño

Liza Diño adalah Direktur Eksekutif Quezon City Film Commission, yang memimpin berbagai inisiatif untuk menjadikan Quezon City sebagai pusat utama produksi film dan pengembangan industri kreatif. Ia mengelola program-program penting seperti “Shoot QC” dan QCinema Project Market, yang menghubungkan para pembuat film Asia Tenggara dengan para pemimpin industri global. Sebagai seorang pendukung aktif sinema Asia Tenggara, Liza membangun kolaborasi regional dan internasional, termasuk perannya sebagai EAVE National Ambassador for Asia serta mentor untuk Netflix Thailand. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua dan CEO Film Development Council of the Philippines (FDCP), di mana ia berperan besar dalam mengangkat perfilman Filipina ke tingkat global dan meluncurkan program insentif FilmPhilippines. Program ini turut mendukung berbagai produksi film internasional seperti "Autobiography", "Nocebo", dan "Zsazsa Zaturnnah". Liza juga merupakan salah satu pendiri Full Circle Lab Philippines, yang telah mendukung lahirnya film-film ternama seperti "Leonor Will Never Die" dan "Dreaming and Dying", serta turut memproduksi berbagai film yang tampil di festival internasional. Pada tahun 2023, ia dianugerahi gelar Ksatria oleh Pemerintah Prancis atas kontribusinya dalam bidang sinema dan pertukaran budaya, dan hingga kini terus menghubungkan talenta Asia Tenggara dengan berbagai peluang di kancah global.
Jeremy Chua
General Manager of Singapore International Film Festival (SGIFF)

Jeremy Chua

Jeremy Chua adalah General Manager Singapore International Film Festival (SGIFF) sejak tahun 2024. Sejak 2014, ia mendirikan Potocol, label film independen berbasis di Singapura yang berfokus pada produksi karya para auteur Asia dengan gaya khas. Beberapa film yang ia produseri antara lain Some Rain Must Fall (pemenang Jury Prize di Berlinale Encounters 2024), Inside the Yellow Cocoon Shell (pemenang Camera d’Or di Cannes 2023), Tomorrow is a Long Time (kompetisi Berlinale Generations 2023), Last Shadow at First Light (kompetisi New Directors di San Sebastian 2023), dan Rehana Maryam Noor (kompetisi Un Certain Regard di Cannes 2021). Pada tahun 2023, Jeremy dianugerahi penghargaan Outstanding Contribution to Asia Pacific Cinema oleh International Federation of Film Producers Associations (FIAPF) atas dedikasinya dalam mengembangkan sinema Asia Pasifik.
Tran Thi Bich Ngoc
Head of Project Market at Da Nang Asia Film Festival (DANAFF)

Tran Thi Bich Ngoc

Tran Thi Bich Ngoc meraih gelar Sarjana Penyutradaraan Film dari Ha Noi Academy of Cinema and Theatre serta Magister Kebijakan Publik dari Fulbright University. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri film Vietnam. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Produksi di Galaxy Studio, studio film swasta terbesar di Vietnam. Beberapa film independen penting yang diproduserinya antara lain Big Father, Small Father and Other Stories karya Phan Dang Di (kompetisi utama Berlin International Film Festival); The Third Wife karya Ash Mayfair (pemenang Best Asian Film dari Netpac di Toronto International Film Festival, dan dinominasikan untuk tiga Independent Spirit Awards); Glorious Ashes karya Bui Thac Chuyen (kompetisi utama Tokyo International Film Festival, serta meraih penghargaan utama Montgolfier d’Or di Festival des 3 Continents, Nantes); dan Skin of Youth karya Ash Mayfair (pemenang Special Jury Award di New York Asian Film Festival). Ngoc juga pernah menjadi anggota juri internasional di Tokyo International Film Festival, serta menjadi mentor di berbagai lokakarya produksi film di Asia Tenggara. Ia merupakan co-founder Autumn Meeting, sebuah lokakarya dan ajang perfilman internasional yang berdiri sejak 2013 untuk mendukung para pembuat film di Vietnam dan Asia Tenggara. Saat ini, ia menjabat sebagai Head of Project Market di Da Nang Asia Film Festival, satu-satunya festival film internasional tahunan di Vietnam sejak 2023. Ngoc juga tercatat dalam daftar “50 Most Influential Women” versi Forbes Magazine di Vietnam.