Jakarta Film Fund

Deskripsi Program

Kompetisi pembuatan film pendek yang memberi dukungan produksi, teknis, dan pelatihan untuk tiga proposal terpilih. Masing-masing peserta mendapatkan dana produksi dan dukungan lainnya seperti mentor, lokakarya (penulisan, penyutradaraan, pengeditan), serta fasilitas editing film. Ketiga film yang diproduksi akan ditayangkan di Jakarta Film Week dan yang terbaik akan memenangkan Jakarta Film Fund Award.



3 Pemenang Jakarta Film Fund

Bukan Anak Meriam
Sepasang suami istri bernama Mer dan Ian sudah lama menantikan kehadiran buah hati. Mereka melancong ke Jakarta - Kota Tua untuk melakukan sebuah ritual yang diyakini akan mendatangkan hal baik yaitu mendapatkan momongan.

Director
Nehemia Pareang
Nehemia Pareang merupakan lulusan Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta. Pernah meraih Best Short Movie pada FFPPKI '17 dengan judul Narasi Sesepuh. Selain itu, film pendek berjudul Sore Ibu, Aku Pulang adalah karya terbarunya yang berhasil menjadi juara kedua dalam Vivo X70Pro short movie competition 2021.
Pesan(an) Terakhir
Marzuki, pemuda keluarga kelas menengah pengurus usaha restoran tua turun temurun bernama Roemah Serodja yang berada di bilangan Jakarta Pusat, sedang berusaha mempromosikan tempat tersebut setelah hampir bangkrut akibat rumor masyarakat yang menyebar. Mereka berspekulasi bahwa tempat tersebut angker. Demi mencari solusi, dia malah memanfaatkan tragedi tersebut menjadi sebuah gimik dengan mengubah tempat tersebut menjadi restoran antik bertema “hantu kolonial”. Terobosan Marzuki memang bisa mendatangkan keuntungan sementara, akan tetapi hal tersebut ditentang oleh Ismail, ayah Marzuki yang baru saja pulang setelah sekian lama untuk mengunjungi restorannya yang diserahkan ke Marzuki.

Director
Hariz Soeoed
Lebih dari 7 tahun dengan pengalaman dalam industri videografi dan video komersial, Hariz Soeoed selalu mengikuti hasratnya sebagai pencerita visual. Dia saat ini bekerja untuk video komersial di sebuah perusahaan produksi yang ia dirikan (Future Play). Karena kecintaannya kepada medium TV series dan sinema, selain bekerja untuk video komersial, ia memanfaatkan waktu luang untuk menulis cerita film pendek yang ingin dia produksi sendiri suatu saat. Untuk mendalami disiplin film karena dia tidak memiliki gelar akademis di bidang tersebut, dia mengikuti kelas akting di Bengkel Karya Kuma, kelas penulisan skenario di Wahana Edukasi dan Sinema 5. Pada tahun 2012 dia memenangkan kompetisi AMD Rising Star dan mendapatkan 1st Prize untuk Motion Graphic category. Pada tahun 2020, film pendeknya “Dua Sisi” meraih penghargaan Silver Best di Telkomsel x Urbanasia Video Competition dan berkesempatan streaming di Maxstream.tv.
SUnat Racing
Menjadi anak tengah di antara kakak dan adik yang berprestasi, membuat Raden berusaha mencari hal yang membuatnya lebih diperhatikan oleh sang Ayah yang mengidolakan Jokowi. Hingga adanya lomba sepeda berhadiahkan meet and greet dengan Jokowi, membuat Raden merasa mendapatkan kesempatan untuk menyenangkan dan mendapatkan perhatian sang ayah. Ketika meminta dibelikan sepeda balap kepada ayahnya, ia justru mendadak disunat. Namun, Raden memutuskan untuk tetap mengikuti lomba sepeda dalam masa pemulihan

Director
Netanya Yemima
Netanya Yemima lahir di Tangerang, 10 April 1999. Selama beberapa tahun terakhir, ia fokus mempelajari penyutradaraan film dan penulisan skenario. Netanya adalah lulusan Universitas Multimedia Nusantara. Film pendek terakhir yang ia tulis dan sutradarai, "Rumah Kuta Kita", telah diputarkan di berbagai festival dan acara screening di Indonesia, serta terpilih menjadi film terbaik pilihan juri pada Semester Pendek 2021 oleh Kolektif Film


Andhika Permata
Andhika Permata, S . STP, M.SI, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta lahir di Jakarta tahun 1976.
Ia memperoleh gelar Master Administrasinya di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri. Sebelum menduduki posisi saat ini, ia pernah menjadi Kepala Bagian Kerjasama Dalam Negeri dan Fasilitasi Korps Diplomatik. Selain pendidikan formalnya, ia juga menempuh beberapa pendidikan informal seperti Tourism and Hospitality Management - Cultural Partnership Initiative Korea Culture and Tourism Institute, Ministry of Tourism, Culture and Sport of Republic of Korea di Seoul dan World Tourism Cities Federation di Beijing Tiongkok.
Gita Fara
Gita Fara adalah seorang produser film berpengalaman yang memulai karier sebagai Line Producer film Mirror Never Lies (2011) karya Kamila Andini. Memulai debut sebagai produser dalam film karya Garin Nugroho yang berjudul Nyai (2016), setelah itu berturut menjadi produser film seperti Sekala Niskala: The Seen and Unseen (2017) yang berhasil memenangkan Grand Prix Award in the Generation Kplus Program pada Berlin International Film Festival 2018 dan yang terbaru, film dokumenter panjang yang berjudul The Flame (2021).
Sammaria Simanjuntak
Sammaria Simanjuntak adalah seorang sutradara, penulis skenario dan produser. Pada tahun 2009, Sammaria merilis film panjang pertamanya yang berjudul Cin(T)a. Pada film tersebut Sammaria meraih nominasi Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik pada Festival Film Indonesia 2009. Setahun kemudian ia menyutradarai film dokumenter Five Minutes Of Fame yang merupakan bagian dari antologi Working Girls dan dirilis di bioskop pada Juni 2011. Pada tahun 2011, Sammaria memproduksi film Demi Ucok yang meraih penghargaan sebagai Film Indonesia Terbaik oleh Majalah Tempo. Film terbarunya adalah Guru-guru Gokil yang rilis pada tahun 2020 di platform Netflix
Bayu Prihantoro
Bayu Prihantoro adalah pengarah sinematografi, penulis skenario, dan sutradara. Film pendek pertamanya sebagai sutradara yang berjudul On the Origin of Fear berkompetisi pada Venice International Film Festival 2016 dan mendapatkan penghargaan Special Mention Award pada Singapore International Film Festival 2016. Beberapa film dimana Bayu Prihantoro terlibat sebagai pengarah sinematografi antara lain Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya (2012), Istirahatlah Kata-kata (2016), dan Humba Dreams (2019). Saat ini Bayu Prihantoro sedang mengembangkan proyek film panjang pertamanya yang berjudul The Songsmith.
Titis Sapto
Titis Sapto merupakan sutradara, produser dan penulis skenario film pendek dan web series yang tinggal di Jakarta. Memulai karier sebagai produser dalam film pendek berjudul Taksi (2011) yang diputar di Indonesia Fantastic Film Festival 2011. Selain itu, Titis juga mendirikan Flick Magazine, sebuah portal berita yang fokus dalam memberikan informasi terkini seputar sinema dunia. Titis juga juga berpengalaman sebagai marketing director untuk sebuah proyek film yang berjudul Tabula Rasa (2014). Saat ini Titis Sapto juga menjadi pengajar di Prodi Film – Binus University.
Nurita Anandia
Nurita Anandia adalah seorang produser film kreatif dan mandiri, sekaligus seorang project manager dan penulis skenario dengan pengalaman lebih dari lima tahun. Ia memiliki keahlian dalam memimpin proses pembuatan film. Selain itu, ia juga terbiasa mengelola proyek film yang selaras dengan tujuan dan visi perusahaan untuk menciptakan pengalaman yang berkesan bagi penonton.
Andy Pulung
Andhy Pulung is an editor who graduated from the Jakarta Arts Institute. He started his career as a director of photography for documentaries. The films he has worked on include: Opera Jawa (2006), Nyai (2016), Istirahatlah Kata-Kata (2016), and Rumah Merah Putih (2019). In 2011, he had the opportunity to direct his first feature-length film, Keumala.
Irfan Ramli
Seorang sutradara dan penulis skenario film Indonesia. Ia memulai debut sebagai penulis skenario melalui film Cahaya dari Timur: Beta Maluku pada tahun 2012 yang berhasil meraih penghargaan Piala Citra Kategori Film Terbaik Festival Film Indonesia 2012. Setelah itu ia menulis beberapa skenario film, seperti Surat dari Praha (2016), Filosofi Kopi the Movie: Ben & Jody (2017), dan Love for Sale (2018). Irfan Ramli memulai debut penyutradaraan dalam film Generasi 90an: Melankolia (2020).
Gita Fara
Gita Fara adalah seorang produser film berpengalaman yang memulai karier sebagai Line Producer film Mirror Never Lies (2011) karya Kamila Andini. Memulai debut sebagai produser dalam film karya Garin Nugroho yang berjudul Nyai (2016), setelah itu berturut menjadi produser film seperti Sekala Niskala: The Seen and Unseen (2017) yang berhasil memenangkan Grand Prix Award in the Generation Kplus Program pada Berlin International Film Festival 2018 dan yang terbaru, film dokumenter panjang yang berjudul The Flame (2021).
Sammaria Simanjuntak
Sammaria Simanjuntak adalah seorang sutradara, penulis skenario dan produser. Pada tahun 2009, Sammaria merilis film panjang pertamanya yang berjudul Cin(T)a. Pada film tersebut Sammaria meraih nominasi Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik pada Festival Film Indonesia 2009. Setahun kemudian ia menyutradarai film dokumenter Five Minutes Of Fame yang merupakan bagian dari antologi Working Girls dan dirilis di bioskop pada Juni 2011. Pada tahun 2011, Sammaria memproduksi film Demi Ucok yang meraih penghargaan sebagai Film Indonesia Terbaik oleh Majalah Tempo. Film terbarunya adalah Guru-guru Gokil yang rilis pada tahun 2020 di platform Netflix.