SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

All SPEAKERS
Herry Budiazhari Salim
CEO Visinema Studio

Herry Budiazhari Salim

Herry Budiazhari Salim adalah CEO Visinema Studio, salah satu rumah produksi terkemuka di Indonesia yang melahirkan berbagai karya film dan animasi berkualitas, salah satunya film animasi JUMBO. Visinema Studio terus berinovasi menghadirkan konten yang relevan dan mengangkat nilai-nilai lokal ke dalam karya-karya berkelas internasional. Herry juga dikenal sebagai sosok yang mendorong pertumbuhan talenta muda dan keberlanjutan industri film Indonesia.
Heni Wiradimaja
Koordinator Umum Publikasi Media Budaya Titik Temu Jakarta 500

Heni Wiradimaja

Heni Wiradimaja merupakan Koordinator Umum Publikasi Media Budaya Titik Temu Jakarta 500, sekaligus penggiat komunikasi budaya dan media kreatif. Ia aktif dalam berbagai kegiatan yang menjembatani pelaku seni, komunitas, dan publik melalui pendekatan kolaboratif. Heni dikenal karena kepiawaiannya mengelola diskusi publik dan menghidupkan percakapan seputar budaya, media, serta peran kreatif di tengah masyarakat urban.
Rina Damayanti
Festival Director of Jakarta Film Week

Rina Damayanti

Rina Damayanti adalah seorang pembuat film yang berfokus pada bidang film, seni, dan budaya. Ia menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (1993–1997) dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta (1994–2003). Kariernya dimulai pada tahun 2000 sebagai produser di SET Film Production. Pada tahun 2013, Rina mendirikan sekaligus menjadi produser di Padi Padi Creative. Selain itu, ia juga aktif terlibat sebagai directing producer di situs kanal budaya Indonesia, indonesiana.tv. Sejak tahun 2021, Rina menjabat sebagai Festival Director Jakarta Film Week, sebuah festival film internasional yang berbasis di Jakarta.
Liza Diño
Executive Director of QCFC, Managing Director of QPM, Head of QCinema Industry

Liza Diño

Liza Diño adalah Direktur Eksekutif Quezon City Film Commission, yang memimpin berbagai inisiatif untuk menjadikan Quezon City sebagai pusat utama produksi film dan pengembangan industri kreatif. Ia mengelola program-program penting seperti “Shoot QC” dan QCinema Project Market, yang menghubungkan para pembuat film Asia Tenggara dengan para pemimpin industri global. Sebagai seorang pendukung aktif sinema Asia Tenggara, Liza membangun kolaborasi regional dan internasional, termasuk perannya sebagai EAVE National Ambassador for Asia serta mentor untuk Netflix Thailand. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua dan CEO Film Development Council of the Philippines (FDCP), di mana ia berperan besar dalam mengangkat perfilman Filipina ke tingkat global dan meluncurkan program insentif FilmPhilippines. Program ini turut mendukung berbagai produksi film internasional seperti "Autobiography", "Nocebo", dan "Zsazsa Zaturnnah". Liza juga merupakan salah satu pendiri Full Circle Lab Philippines, yang telah mendukung lahirnya film-film ternama seperti "Leonor Will Never Die" dan "Dreaming and Dying", serta turut memproduksi berbagai film yang tampil di festival internasional. Pada tahun 2023, ia dianugerahi gelar Ksatria oleh Pemerintah Prancis atas kontribusinya dalam bidang sinema dan pertukaran budaya, dan hingga kini terus menghubungkan talenta Asia Tenggara dengan berbagai peluang di kancah global.