SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

Industry Talk — Stories Beyond Medium
Sabrina Citra
Freelance Writer

Sabrina Citra

Kissada Kamyoung adalah produser film asal Thailand dan mantan akademisi yang menghubungkan kajian sastra dengan sinema kontemporer. Setelah satu dekade mengajar sebagai dosen di universitas, alumnus Busan Asian Film School (AFiS) ini beralih ke dunia produksi film dan menjalin kolaborasi erat dengan sutradara Sompot Chidgasornpongse. Ia juga merupakan penerima fellowship Film Independent melalui program Global Media Makers.

Karya-karyanya sebagai produser mencakup film pendek peraih penghargaan The Physical Realm (2023) dan film panjang 9 Temples to Heaven (2026). Film tersebut tayang perdana di Directors’ Fortnight dalam rangkaian Cannes Film Festival, kemudian meraih penghargaan Best Director dan Best Actor dalam kategori Asian New Talent Competition di Golden Goblet Awards, Shanghai International Film Festival.

Selain berkiprah sebagai produser, Kissada turut berkontribusi pada komunitas film independen Thailand sebagai mentor di PURIN Short Film Camp, Project Coordinator untuk Flaherty Film Seminar 2024 di Thai Film Archive, serta Production Manager Bangkok Experimental Film Festival 2025.
Tesadesrada Ryza
Moderator

Tesadesrada Ryza

Tesadesrada Ryza adalah produser film asal Indonesia, pendiri sekaligus Managing Director Temata Studios, rumah produksi yang berbasis di Jakarta dan berdiri sejak 2015. Ia juga menjabat sebagai Head of Film Financing Access & Facilitation di Badan Perfilman Indonesia (BPI).

Aktif di industri film dan kreatif sejak 2006, ia telah memproduseri berbagai film panjang, serial, dokumenter, iklan, dan konten bermerek, dengan pengalaman dalam kolaborasi produksi di tingkat nasional maupun internasional. Di BPI, ia berfokus memperluas akses pembiayaan serta memperkuat kemitraan industri bagi para pembuat film Indonesia. Melalui Temata Studios, ia terus mengembangkan cerita dan membangun kemitraan kreatif, termasuk kolaborasi produksi bersama (co-production), di Indonesia dan kawasan regional.
Muhadkly Acho
Director of Agak Laen: Menyala Pantiku!

Muhadkly Acho

Andrey Pratama adalah animation director dan art director peraih penghargaan dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam membangun lanskap visual sinematik untuk berbagai proyek nasional maupun internasional. Dikenal melalui pendekatan visual storytelling yang kuat, film panjang debutnya, True North, mendapat pujian kritikus dan meraih sejumlah penghargaan di berbagai festival film internasional.

Terlibat dalam pengembangan kekayaan intelektual (IP) lokal yang dikenal luas, seperti Garuda di Dadaku dan Luh Ayu Manik Mas, Andrey memiliki komitmen kuat untuk mengangkat warisan budaya Indonesia melalui animasi film panjang. Sebagai pendiri sekaligus CEO Studio Imagimata, ia memimpin arah kreatif dan operasional studio dalam mengadaptasi kembali cerita rakyat klasik Indonesia untuk penonton bioskop di dalam maupun luar negeri melalui film animasi panjang Timun Mas dan Tenun Takdir.
Bene Dion
Actor & Story Development of Agak Laen: Menyala Pantiku!

Bene Dion

Nic (Nicole) West adalah profesional berpengalaman di industri hiburan yang memiliki minat besar dalam membentuk dan mengembangkan tim kreatif untuk menghasilkan konten berkualitas. Ia merupakan Co-Founder dan Head of Operations di West Studio, serta Adjunct Associate Professor di Division of Animation and Digital Arts, School of Cinematic Arts, University of Southern California.

Sepanjang kariernya, ia telah berkecimpung dalam produksi kreatif dan manajemen studio di berbagai bidang industri hiburan, termasuk animasi televisi, film animasi panjang, dan gim video. Ia berkesempatan bekerja bersama para profesional berbakat di sejumlah perusahaan dan institusi, seperti DreamWorks Television Animation dan Feature Animation, Electronic Arts, Los Angeles County Museum of Art, Academy of Interactive Arts and Sciences, Keywords Studios (sebelumnya Babel Media), serta Brash Entertainment.

Pada 2012, ia mengembangkan konsep sekaligus menjadi salah satu kurator Painting in Pixels: An Exhibition of Concept Art di Riverside Art Museum. Ia juga berperan penting dalam perencanaan strategis pameran Into the Pixel pada 2004–2007, sebuah pameran di Electronic Entertainment Expo (E3) yang mempertemukan para ahli seni rupa dengan pelaku industri hiburan interaktif untuk menampilkan dan membahas seni dalam gim video.