Commission 2 Chairman of Film Censorship Intitution of the Republic of Indonesia
DR. Ervan Ismail
Dr. Sadiah Boonstra adalah kurator dan sejarawan terkemuka yang berupaya mengubah cara pandang terhadap masa kolonial demi mewujudkan masa depan yang lebih setara. Melalui kolaborasi dengan seniman, kolektif, komunitas, dan akademisi, Sadiah menjembatani dunia museum, akademik, dan institusi kebudayaan di Indonesia maupun mancanegara.
Pada 2020, ia mendirikan CultureLab, perusahaan sosial pertama di Indonesia yang berfokus pada pengembangan praktik museum inovatif, penyelenggaraan pameran, penelitian sejarah, serta pengembangan profesional di bidang kebudayaan. Ia secara konsisten memperjuangkan keadilan budaya dan sejarah melalui praktik kuratorial serta berbagai publikasi akademiknya. Salah satu karya terbarunya adalah buku Rethinking Histories of Indonesia: Experiencing, Resisting and Renegotiating Coloniality, yang disunting bersama dan diterbitkan oleh ANU Press pada 2025.
Selain memimpin CultureLab, Sadiah saat ini menjabat sebagai Senior Research Fellow di Universitas Gadjah Mada dan Senior Honorary Fellow di University of Melbourne. Ia meraih gelar doktor dalam bidang sejarah dari Vrije Universiteit Amsterdam pada 2014.
Sebelumnya, Sadiah pernah berkiprah di sejumlah institusi kebudayaan terkemuka dunia, termasuk The British Museum di London, National Gallery Singapore, dan Tropenmuseum di Amsterdam. Setelah kembali ke Indonesia, ia bekerja di Erasmus Huis dan menjabat sebagai Spesialis Kolaborasi Internasional, Urusan Kuratorial, dan Pengelolaan Koleksi di Indonesian Heritage Agency, di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, pada 2022–2023.