SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

Industry Talk — Stories Beyond Medium
Wendy Aga
Director of Photography Agak Laen: Menyala Pantiku!

Wendy Aga

Deddy Syamsudin merupakan praktisi sekaligus pendidik di bidang animasi dan efek visual. Sebagai Deputy Edukasi AINAKI serta dosen di Binus University, ia berperan besar dalam membentuk generasi baru animator Indonesia. Dengan latar belakang sebagai CGI artis, Deddy konsisten menggabungkan pendekatan kreatif dan teknologi untuk mengembangkan kualitas pendidikan dan produksi animasi di tanah air.
Bram Herlambang
Broscast Podcast

Bram Herlambang

Sagita Ajeng Daniari adalah profesional di industri kreatif dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang produksi animasi, hubungan masyarakat, pemasaran, kemitraan strategis, dan pengembangan komunitas. Mengawali karier di bidang produksi animasi, ia memiliki pemahaman mendalam tentang alur kerja kreatif, tantangan produksi, serta dinamika bisnis di industri animasi.

Berbekal pengalaman langsung di bidang produksi serta keahlian dalam komunikasi strategis dan membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, ia berkomitmen untuk memperkuat industri animasi Indonesia, mendukung ekosistem kreatif, serta membuka lebih banyak peluang kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.
Mandy Marahimin
Film Producer

Mandy Marahimin

Rina Damayanti adalah seorang pembuat film yang berfokus pada bidang film, seni, dan budaya. Ia menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (1993–1997) dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta (1994–2003). Kariernya dimulai pada tahun 2000 sebagai produser di SET Film Production. Pada tahun 2013, Rina mendirikan sekaligus menjadi produser di Padi Padi Creative. Selain itu, ia juga aktif terlibat sebagai directing producer di situs kanal budaya Indonesia, indonesiana.tv. Sejak tahun 2021, Rina menjabat sebagai Festival Director Jakarta Film Week, sebuah festival film internasional yang berbasis di Jakarta.
Meninaputri Wismurti
Film Programmer

Meninaputri Wismurti

Liza Diño adalah Direktur Eksekutif Quezon City Film Commission, yang memimpin berbagai inisiatif untuk menjadikan Quezon City sebagai pusat utama produksi film dan pengembangan industri kreatif. Ia mengelola program-program penting seperti “Shoot QC” dan QCinema Project Market, yang menghubungkan para pembuat film Asia Tenggara dengan para pemimpin industri global. Sebagai seorang pendukung aktif sinema Asia Tenggara, Liza membangun kolaborasi regional dan internasional, termasuk perannya sebagai EAVE National Ambassador for Asia serta mentor untuk Netflix Thailand. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua dan CEO Film Development Council of the Philippines (FDCP), di mana ia berperan besar dalam mengangkat perfilman Filipina ke tingkat global dan meluncurkan program insentif FilmPhilippines. Program ini turut mendukung berbagai produksi film internasional seperti "Autobiography", "Nocebo", dan "Zsazsa Zaturnnah". Liza juga merupakan salah satu pendiri Full Circle Lab Philippines, yang telah mendukung lahirnya film-film ternama seperti "Leonor Will Never Die" dan "Dreaming and Dying", serta turut memproduksi berbagai film yang tampil di festival internasional. Pada tahun 2023, ia dianugerahi gelar Ksatria oleh Pemerintah Prancis atas kontribusinya dalam bidang sinema dan pertukaran budaya, dan hingga kini terus menghubungkan talenta Asia Tenggara dengan berbagai peluang di kancah global.