KATA PENGANTAR

ABOUT KATA PENGANTAR

Kata Pengantar oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Greetings,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu,

Geliat perfilman Indonesia terus melesat, menjadi bagian penting dari kebudayaan dan ekonomi kreatif bangsa. Hingga September 2025, jumlah penonton bioskop untuk film Indonesia telah mencapai lebih dari 60 juta, melampaui penonton film impor yang mencapai 35 juta. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya posisi film Indonesia di negeri sendiri, sekaligus menegaskan bahwa karya sineas nasional semakin diapresiasi dunia melalui kehadirannya di berbagai festival internasional, seperti Busan International Film Festival dan Cannes Film Festival

Sebagai bagian dari upaya pemajuan budaya, Kementerian Kebudayaan melalui Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem film nasional. Salah satunya melalui dukungan Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya) pada JFW NET–Industry Program, yang menjadi platform strategis untuk memperkuat konektivitas industri film, baik di tingkat nasional maupun internasional. Program ini mencakup Producers Lab, Pitching Forum, MTN Lab, Masterclass, Producers Network, Industry Talks, Festival Meeting, dan Talents Hub, yang memberikan ruang bagi talenta muda perfilman untuk mengasah kemampuan, berjejaring, dan mengembangkan potensi kreatif mereka.

Dukungan melalui MTN Seni Budaya merupakan bagian dari program prioritas nasional yang bertujuan menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan. MTN Seni Budaya menjadi jembatan yang menghubungkan para talenta dengan peluang pengembangan kapasitas dan akses pasar, baik di tingkat nasional maupun global.

Sejak digelar pada 2021, Jakarta Film Week telah menjadi ruang penting bagi sineas, penikmat film, dan komunitas kreatif untuk bertemu, berbagi inspirasi, dan memperluas wawasan tentang peran film sebagai medium budaya. Tahun ini, dengan tema “Reignite”, festival mengajak kita menyalakan kembali semangat, kreativitas, dan kolaborasi dalam dunia perfilman, sekaligus menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat sinema yang berdaya saing global.

Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Jakarta Film Week 2025. Semoga festival ini menjadi momentum bagi lahirnya karya-karya baru yang tidak hanya menghibur, tetapi juga merefleksikan keberagaman budaya Indonesia, memperkuat identitas bangsa, dan menginspirasi generasi pembuat film berikutnya.
Salam Sinema!
Thank you,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti, Shanti, Shanti, Om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu.