mother son relationship, urban, domestic problem
Johan (20) dan ibunya, Mama (39), hidup berdua dan menjalankan sebuah penangkaran buaya yang kumuh sekaligus menjadi tempat tinggal mereka. Ayah Johan tak pernah terlihat, namun Mama mengatakan bahwa seekor buaya putih di penangkaran itu adalah ayahnya. Mama juga membatasi Johan dari dunia luar. Namun, kehadiran seorang gadis muda bernama Arumi (23) mengganggu keseimbangan hubungan mereka. Mama menolak pertemuan itu dan mulai bertingkah aneh.
Toronto Film Festival 2024
Busan International Film Festival 2024
BFI London Film Festival 2024
Singapore International Film Festival 2024
Festival Film Indonesia 2024 (5 nominations)
Film Pilihan Tempo 2025
Tumpal Tampubolon, pembuat film asal Jakarta, awalnya seorang cinephile sebelum beralih menjadi penulis dan sutradara. Lulusan Matematika ITB, ia memenangkan Kompetisi Pengembangan Naskah JiFFest 2005 untuk The Last Believer, pengalaman pertamanya di film. Ia lalu menulis dan menyutradarai sejumlah film pendek yang diputar di festival internasional. Pada 2007 ia mengikuti Asian Young Filmmakers Forum di Jeonju dan membuat Drum Lesson, disusul Berlinale Talent Campus (2009) dan Asian Film Academy Busan (2010). Tahun sama ia ikut menyutradarai omnibus Belkibolang, diputar di Rotterdam, Hong Kong, Jeonju, dan Udine. Pada 2014 ia meraih Piala Citra untuk Skenario Asli Terbaik lewat Tabula Rasa. Tahun 2017 ia ikut menulis 212 Warrior, diproduksi Fox International Productions dan LifeLike Pictures.