WOMEN, POLITICS, LAND
Setelah menyaksikan kematian orang tuanya, May mengalami kondisi aneh yang membuatnya pingsan setiap kali menapakkan kaki ke tanah. Kakeknya, Tuha, merawatnya di sebuah rumah di tepi danau. Dicap terkutuk oleh desanya, May bertekad merebut kembali hidupnya di atas tanah yang kokoh.
Busan International Film Festival 2024 | Winner: FIPRESCI Award
Asian Film Festival 2025 | Winner: Most Original Film Award
Loeloe Hendra menempuh studi Sarjana Film dan Televisi serta gelar Magister di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Ia menyutradarai ONOMASTIKA (2014), pemenang Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2014 yang juga berkompetisi di Generation Kplus – Berlinale ke-65, serta berbagai festival lainnya. Pada 2014, ia mengikuti Script & Pitch Feature Film Project di Southeast Asia Film Lab, Singapura. Film pendeknya berjudul ILALANG INGIN HILANG WAKTU SIANG (LOST WONDERS) mendapat dukungan Dewan Kesenian Yogyakarta pada 2017, sementara film pendeknya KIWA memperoleh dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 2019. Film panjang debutnya, TALE OF THE LAND, meraih Penghargaan FIPRESCI di Busan International Film Festival 2024.