SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

All SPEAKERS
Charles Gozali
Director

Charles Gozali

Charles Gozali memulai kariernya pada 1993 sebagai asisten sutradara, asisten sutradara aksi, editor, hingga pemeran pengganti. Beberapa film yang menjadi bagian dari karyanya antara lain Badut Gendong, Qodrat 2, Qodrat, Pemukiman Setan, dan Tumbal Darah, yang menghadirkan perspektif segar dalam perfilman Indonesia.

Charles juga menyutradarai film dengan genre komedi dan drama, seperti Juara, Finding Srimulat, Nada Untuk Asa, Demi Dewi, dan Rasa. Lewat Nada Untuk Asa, ia mengantarkan Marsha Timothy meraih nominasi Aktris Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI), serta nominasi Aktris Terbaik di Maya Awards dan Indonesian Movie Actor Awards. Di televisi, ia juga terlibat dalam sejumlah sinetron, termasuk Jacky (1995), Jacklyn (1997), Buce Li (2004), dan Elang (2008).
Jérémie Dubois
Screenwriter

Jérémie Dubois

Jérémie adalah penulis skenario yang terlibat dalam sejumlah film, di antaranya Whether the Weather Is Fine garapan Carlo Francisco Manatad, yang diputar di Locarno pada 2021; Grand Ciel garapan Akihiro Hata, yang diputar di Venice dalam program Orizzonti pada 2025; Too Many Beasts garapan Sarah Arnold, yang terpilih untuk Directors’ Fortnight di Cannes pada 2026; serta Against the Flow garapan Zhang Tao, yang diputar di Tribeca pada 2026. Saat ini, ia tengah mengerjakan film panjang kedua João Pedro Miranda Maria (Brasil), Sarah Arnold (Swiss-Italia), Makbul Mubarak (Indonesia), dan Akihiro Hata (Jepang). Film pendek yang ia sutradarai juga terpilih untuk diputar di Clermont-Ferrand pada 2022.
Ifan Ismail
Screenwriter, Senior Development Producer of Skriptura, Member of PILAR

Ifan Ismail

Ifan Ismail baru menyadari bahwa dia telah menyukai film sejak kecil, justru ketika di bangku kuliah. Lewat kegiatannya di unit mahasiswa Liga Film Mahasiswa (LFM) di ITB, ia terbenam dalam dunia film dan menjajal banyak lini. Pertama, tercebur di produksi film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) sebagai bagian dari Art Department.

Setelah itu terjun ke televisi dan perfilman sebagai penulis skenario. Mulai dari acara komedi hingga film layar lebar. Profesi ini sempat membawanya mengikuti residensi ASEAN in Residence yang diadakan Kementerian Kebudayaan Thailand dan Kyoto Filmmakers Lab di Kyoto. Keduanya di tahun 2014. Dua film yang ia tulis di tahun 2024, Kabut Berduri dan Tuhan, Izinkan Aku Berdosa, mengantarnya menjadi nominee Skenario Terbaik di FFI 2024.

Tercebur di kolam yang lain lagi sejak 2017, menjabat sebagai Koordinator Program kineforum, sebuah program dan ruang putar alternatif di bawah Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Hingga saat ini masih mengelola program kineforum dan menulis skenario. Saat ini, ia menjabat sebagai Senior Development Producer di Skriptura, divisi kreatif dan penulisan Visinema.
LORNA TEE
Producer / Curator / Cultural Diplomat

LORNA TEE

Lorna Tee adalah produser film, kurator, dan diplomat kebudayaan dengan pengalaman lintas Asia. Ia pernah memegang peran penting di berbagai perusahaan dan lembaga, seperti Focus Films, Variety, Irresistible Films, Back Up Media, dan Cinematheque Passion, serta berkontribusi dalam sejumlah festival film ternama seperti Berlinale, CinemAsia, dan IFFA Macao.

Saat ini, ia menjabat sebagai kurator untuk , penasihat akuisisi internasional untuk Barunson E&A, Sekretaris Jenderal Asian Film Alliance Network (AFAN), serta penasihat untuk JAFF Market.

Filmografi pilihannya mencakup The Beautiful Washing Machine, Rain Dogs, Crazy Stone, My Mother is a Bellydancer, The Shoe Fairy, At the End of Daybreak, Lover’s Discourse, Come Rain, Come Shine, Postcards from the Zoo, Mrs. K (yang kini tengah dikembangkan dalam versi bahasa Inggris oleh Universal), HBO’s Folklore (Toyol), Viet and Nam, dan Diamonds in the Sand.