SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

All SPEAKERS
Ahmad Yuniardi
Editor

Ahmad Yuniardi

Ahmad Yuniardi is a film editor based in Jakarta, Indonesia. He graduated from the Jakarta Institute of Arts with a focus on film editing and is also an alumnus of the Asian Film Academy (Busan, South Korea) and Berlinale Talents (Berlin, Germany). His work has been part of several notable projects, including the award-winning Penyalin Cahaya / Photocopier (Busan International Film Festival 2021, Best Editing FFI 2021, Best Film FFI 2021), Budi Pekerti / Andragogy (Toronto International Film Festival 2023, Best Editing Nominee FFI 2023, Best Film Nominee FFI 2023, Penata Editing Terpuji FFB 2023) and Para Perasuk / Levitating (World Cinema Dramatic Competition Sundance 2026). He has also made his mark on global streaming platforms, working as Editor for Netflix originals such as Dear David, directed by Lucky Kuswandi, Borderless Fog, directed by Edwin, and the series Ratu-Ratu Queens.
Neo Sora
Director & Producer

Neo Sora

Neo Sora adalah seorang sutradara dan produser film yang berbasis di Tokyo dan New York.

Film panjang fiksi pertamanya, Happyend, tayang perdana dalam kompetisi Orizzonti di Venice Film Festival 2024 dan kemudian dirilis di bioskop di berbagai negara, termasuk Jepang, Prancis, Korea, dan Amerika Serikat. Film pendeknya, A Very Straight Neck, memenangkan penghargaan Best Auteur Short Film di Locarno Film Festival 2025. Karya lainnya termasuk The Chicken (Locarno dan New York Film Festival 2020), yang diadaptasi dari cerita pendek karya Naoya Shiga dan mendapat pujian dari Variety dan Cahiers du Cinéma. Ia juga menyutradarai dokumenter etnografis Ainu Neno An Ainu (2015) bersama kolektif seniman Lunch Bee House.

Neo merupakan alumni Sundance Institute Screenwriters and Directors Lab 2022 dan masuk dalam daftar 25 New Faces of Independent Film versi Filmmaker Magazine.
Tumpal Tampubolon
Director

Tumpal Tampubolon

Tumpal Tampubolon adalah seorang penulis skenario dan sutradara film asal Indonesia yang banyak mengeksplorasi tema ingatan, identitas, serta pertemuan antara kenyataan dan fiksi. Ia lulus dari Institut Teknologi Bandung dengan gelar Sarjana Matematika dan merupakan alumni Berlinale Talents dan Busan Asian Film Academy.

Ia meraih Piala Citra untuk Skenario Asli Terbaik lewat Tabula Rasa (2014). Film pendeknya, Laut Memanggilku (2021), memenangkan Sonje Award untuk Film Pendek Terbaik di Busan International Film Festival serta Piala Citra untuk Film Pendek Terbaik.

Debut penyutradaraan film panjangnya, Crocodile Tears, merupakan produksi bersama Indonesia, Prancis, Jerman, dan Singapura. Film ini tayang perdana di Toronto International Film Festival 2024 dan kemudian diputar di berbagai festival, termasuk Busan, BFI London, Göteborg, dan Sitges.
Sammo Hung
Hong Kong actor, director, martial arts choreographer and producer

Sammo Hung

Sammo Hung adalah aktor, sutradara, koreografer seni bela diri, dan produser ternama asal Hong Kong. Sejak kecil, ia belajar Opera Peking di bawah bimbingan Yu Jim-yuen dan menjadi “kakak tertua” dari kelompok Seven Little Fortunes. Lewat The Iron-fisted Monk (1977) dan The Prodigal Son (1981), ia menjadi salah satu pelopor komedi bela diri dan ikut membentuk perkembangan film laga Hong Kong. Pada 1990-an, ia membintangi serial televisi Amerika Martial Law (1998–2000) yang mendapat sambutan positif dari penonton. Selama lebih dari 60 tahun berkarier, Sammo telah terlibat dalam lebih dari 230 film dan meraih lebih dari 33 nominasi serta penghargaan di berbagai negara.