Layar Animasi Anak Indonesiana TV: Subur Animasi di Negeri Sendiri

Berbeda dari program dan film pilihan di Jakarta Film Week tahun lalu, kali ini Jakarta Film Week menghadirkan layar khusus untuk animasi anak yang didukung oleh Indonesiana TV. Tiga film animasi anak berdurasi pendek terpilih untuk tayang perdana di Jakarta Film Week 2024, yaitu Banti Rego, Kwartet Gupala Sang Jagawana, dan Kesatria Semesta.

Indonesiana TV sendiri merupakan saluran multi-kanal yang mempublikasikan pengetahuan dan informasi publik tentang kebudayaan yang hidup di Indonesia. Kanal Budaya Indonesiana ini diharapkan dapat berperan dalam membangun ekosistem kebudayaan yang menyatukan masyarakat Indonesia melalui keberagaman, kegembiraan, keterbukaan, dan kesetaraan.

Hal ini diwujudkan dalam penayangan tiga film animasi anak yang masing-masing menampilkan ciri khas budaya Indonesia. Penonton yang didominasi oleh anak-anak, didampingi orang tua mereka, memenuhi studio Audi 3 di CGV Grand Indonesia dan tampak antusias menikmati ketiga animasi tersebut.

Adityo Baharmoko, sutradara Benti Rego, mengungkapkan bahwa proses pembuatan animasi ini hanya memakan waktu tiga bulan, karena konsep cerita, karakter, dan ide sudah ia persiapkan jauh sebelumnya, bahkan sebelum mendaftarkannya ke pihak Indonesiana TV.

Bagi Dieky Suprayogi, pembuat film Kwartet Gupala Sang Jagawana, penayangan animasinya di Jakarta Film Week adalah kesempatan besar untuk memotivasi para kreator animasi anak Indonesia agar terus berkarya dengan sentuhan khas Indonesia.

Pendapat serupa diungkapkan oleh Yudhatama, sutradara Kesatria Semesta, yang merasa bangga melihat karyanya diputar di layar bioskop. Ia berharap agar layar khusus animasi anak terus hadir di Jakarta Film Week pada tahun-tahun mendatang.

Adityo, Dieky, dan Yudhatama sepakat bahwa kekuatan animasi anak terletak pada penceritaan dan sinematografi. Ketika cerita disajikan dengan menarik dan menghibur, animasi akan menjadi daya tarik utama dalam keseluruhan film. Bagi mereka, penting untuk memahami tujuan, prioritas, dan batasan kemampuan dalam memproduksi film animasi agar bisa mencapai tenggat waktu tanpa mengorbankan kualitas.

Sebelum acara ditutup, Candra dari Indonesiana TV menambahkan bahwa siapa pun dapat membuat animasi dan mendaftarkannya ke Indonesiana TV. Akan lebih baik jika animasi didaftarkan oleh tim atau studio berbadan hukum demi kepentingan legal dan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Candra juga menekankan bahwa animasi yang baik adalah yang menggambarkan kearifan lokal dengan kuat, sesuai perspektif masing-masing tim atau studio. Ia berharap kehadiran Indonesiana TV di Jakarta Film Week dapat mendorong animator muda dan studio animasi di Indonesia untuk terus berkembang, sehingga industri animasi Indonesia dapat tumbuh lebih baik.

“Kalau kita ingin membuat tayangan yang berbeda, kita harus kembali ke lokal dan lebih peka terhadap keunikan kita. Dari keunikan itulah kita bisa menemukan cara untuk sukses di bidang animasi Indonesia,” tutup Candra.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikuti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!

Nabila Dwiputri | Nanda Hadiyanti

Artikel Terkait
Mengenal Sineas Muda Indonesia Lewat MTN Showcase di Jakarta Film Week

Article

Mengenal Sineas Muda Indonesia Lewat MTN Showcase di Jakarta Film Week
Read Now
Dopamin, Kisah Tentang Cinta di Dunia yang Semakin Gila

Article

Dopamin, Kisah Tentang Cinta di Dunia yang Semakin Gila
Read Now
Merawat Ekosistem, Menumbuhkan Jejaring: Talents Hub dan Lanskap Pembuat Film Muda Asia Tenggara

Article

Merawat Ekosistem, Menumbuhkan Jejaring: Talents Hub dan Lanskap Pembuat Film Muda Asia Tenggara
Read Now