Program MTN Showcase di Jakarta Film Week 2025 menjadi panggung penting bagi sineas baru di Indonesia. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Jakarta Film Week dan Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya) dari Kementerian Kebudayaan, sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing generasi muda di bidang film.
Program ini berfokus pada pengembangan sineas muda, terutama dari wilayah Indonesia Timur. Tujuannya tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga memastikan keberagaman cerita dan perspektif dari berbagai daerah mendapat ruang dan pengakuan yang layak di tingkat nasional dan internasional.
Sebagai program prioritas nasional, MTN Seni Budaya memberikan pembinaan, dukungan produksi, dan promosi bagi talenta muda di bidang seni. Melalui program ini, para sineas mendapat kesempatan memperdalam keterampilan, menyalurkan gagasan, dan membangun jejaring dalam ekosistem film nasional.
Tahun ini, empat film pilihan ditayangkan dalam program MTN Presentation: Film Showcase, yaitu I DO! (sutradara Chandni), SIE… (sutradara Yosep Levi), When The Blues Goes Marching In (sutradara Beny Kristia), dan Ina Lefa Ina Levo (sutradara Vikram Sombu). Deretan film ini menampilkan beragam pendekatan, mulai dari drama hingga dokumenter dengan kekhasan masing-masing.
Pemutaran berlangsung di Audi 6 CGV Grand Indonesia dalam suasana hangat dan interaktif. Penonton memenuhi ruangan dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab bersama para sutradara. Setiap film berhasil memantik percakapan tentang identitas, ekspresi, serta arah baru bagi sinema muda Indonesia.
Dalam sesi diskusi, para sutradara berbagi proses kreatif dibalik film mereka. Salah satunya, Yosep Levi, menceritakan perjalanan panjang dibalik film dokumenternya SIE…. “Saya mulai merekam sejak tahun 2022, tapi waktu itu belum terpikir untuk menjadikannya film dokumenter. Niat awal saya hanya ingin belajar bersama orang tua dan tante. Lalu pada 2023, kebetulan ada hidroklip. Dari situ, saya mulai membuka kembali rekaman lama untuk belajar dan mengingat apa yang sudah saya pelajari sebelumnya. Setelah itu, saya membuat proposal untuk ikut program dan kebetulan lolos. Proses produksi resmi baru dimulai pada 2024.” jelas Yosep.
Bagi Yosep, proses tersebut bukan hanya soal teknis, tapi juga perjalanan memahami kembali pengalaman pribadi dan budaya yang terekam dalam keseharian masyarakat di daerahnya.
Salah satu penonton juga mengungkapkan kesan positifnya setelah menonton seluruh film yang ditayangkan pada program MTN Showcase. “Setiap film punya kekuatan dan keunikan masing-masing. Semua film, mulai dari Ina Lefa Ina Levo, I DO!, SIE…, dan When The Blues Goes Marching In, semunya bermain dengan gaya, warna, dan pendekatan yang berbeda,” ujarnya.
Melalui MTN Showcase, Jakarta Film Week tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga laboratorium kreatif yang menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan sinema Indonesia ada di tangan para sineas muda yang berani bereksperimen, bercerita, dan mengangkat keberagaman sebagai kekuatan utama.