SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

Masterclass Martial Arts
Riri Riza
Director

Riri Riza

Riri Riza adalah sutradara dan penulis skenario terkemuka Indonesia, dikenal karena karya-karyanya yang sukses besar maupun penceritaan yang intim.

Ia belajar film di Institut Kesenian Jakarta (lulus 1993) dan kemudian menyelesaikan gelar Master di bidang Penulisan Skenario di Inggris (2001). Ia meraih kesuksesan besar dengan Petualangan Sherina (2000). Filmnya Eliana, Eliana (2002) memenangkan penghargaan utama di Festival Film Internasional Singapura.

Riza telah menyutradarai beberapa film terkenal seperti Gie, Laskar Pelangi, dan Sokola Rimba, yang meraih lebih dari 15 penghargaan internasional. Pada tahun 2016, Athirah memenangkan enam Citra Awards, sementara Ada Apa dengan Cinta? 2 menjadi sukses besar di box office. Ia juga telah membangun karya yang kuat di bidang film anak-anak dan keluarga, menyutradarai film-film seperti Untuk Rena (2005), Kulari ke Pantai (2018), dan Petualangan Sherina 2 (2023). Film terbarunya, Rangga & Cinta (2025), tayang perdana di Festival Film Internasional Busan.
Anggia Kharisma
Producer

Anggia Kharisma

Anggia Kharisma adalah seorang penutur cerita, produser, dan Chief Content Officer di Visinema Studios. Ia telah memproduseri sejumlah film dan kekayaan intelektual (IP) paling ternama di Indonesia, termasuk Filosofi Kopi, Keluarga Cemara, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Panggil Aku Ayah, Jumbo, dan Na Willa. Karyanya didorong oleh keyakinan akan kekuatan cerita dalam menghubungkan berbagai generasi, menumbuhkan empati, serta menciptakan dampak budaya yang berkelanjutan.

Di luar kiprahnya dalam dunia film dan penceritaan, Anggia memiliki minat mendalam terhadap persinggungan antara kreativitas, kehadiran diri, dan pengembangan diri. Ia meyakini bahwa cerita yang kita ciptakan dan cerita yang kita bawa dalam diri kita saling terhubung erat, serta keduanya memiliki kekuatan untuk membentuk cara kita menjalani hidup, memimpin, dan menjalin hubungan dengan sesama.
Ryan Adriandhy
Director

Ryan Adriandhy

Ryan Adriandhy adalah animator, ilustrator, sutradara, dan komika asal Indonesia lulusan S1 Bina Nusantara University serta S2 Rochester Institute of Technology. Ia mengawali kariernya sebagai Juara 1 Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV Season 1, pendiri komunitas Stand Up Indo, serta pernah membintangi seri Malam Minggu Miko dan menjadi pembawa acara Kokoro No Tomo POP!.

Di bidang animasi, Ryan meraih Piala Citra kategori Film Animasi Pendek Terbaik melalui PROGNOSIS (2020) dan Film Animasi Terbaik sebagai Co-Producer NUSSA (2021). Debut penyutradarannya lewat film JUMBO (2025) sukses menjadi Film Animasi Terlaris Sepanjang Masa di Indonesia dengan lebih dari 10 juta penonton. Tahun ini, ia meluncurkan karya terbarunya, film Na Willa.
Edwin Nazir
Producer

Edwin Nazir

Edwin Nazir adalah produser film dan inisiator budaya asal Indonesia berlatar belakang Sarjana Teknik Mesin. Mengawali karier media di RCTI dan Astro, ia sempat menjabat sebagai COO PolMark Indonesia sebelum mendirikan rumah produksi Angka Fortuna Sinema (2012) dan Mowin Pictures (2020).

Karyanya meliputi 9 Summers 10 Autumns, DreadOut (2019), The Science of Fictions (2019)—pemenang Special Mention Locarno Film Festival—serta film zombi Netflix Abadi Nan Jaya (2025) yang sukses memuncaki tangga film non-Inggris global.

Edwin dipercaya sebagai Ketua Umum APROFI selama tiga periode berturut-turut (2019–2028) dan pernah menjadi Komisioner BPI (2014–2017). Ia juga menjabat Festival Director Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) yang diinisiasinya sejak 2009