SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

Masterclass Martial Arts
HUANG JUNXIANG
Producer, Dropkick

HUANG JUNXIANG

Huang Junxiang telah memproduseri sejumlah film panjang, di antaranya In The Room (Toronto 2016), Apprentice (Un Certain Regard 2016), Ramen Teh (Berlin Culinary Cinema 2018), Buffalo Boys (Fantasia Film Festival 2018), dan Tiong Bahru Social Club (Busan International Film Festival 2020). Ia juga menjadi produser untuk dua seri antologi HBO Asia, Folklore (2018) dan Food Lore (2019), yang telah diputar di berbagai festival seperti Toronto, Sitges, dan Fantastic Fest. Produksi terbarunya, In My Mother’s Skin (2023), tayang perdana di Sundance Film Festival dan kemudian diakuisisi oleh Amazon Prime. Sebagai sutradara, film pendek pertamanya Give Yourself a Chance (2012) meraih penghargaan di Very Short International Festival 2012. Film keduanya, I Will Die (2014), ditayangkan di Singapore International Film Festival 2014. Karya terbarunya, Piece of Meat (2019), yang disutradarainya bersama Jerrold Chong, tayang perdana di Directors’ Fortnight – Cannes Film Festival, dan kemudian berkeliling ke berbagai festival internasional seperti Annecy dan Busan.
VIVIAN IDRIS
Festival Board Jakarta Fillm Week

VIVIAN IDRIS

Karya-karyanya mencakup penyelenggaraan festival film dan pasar proyek; ia juga memproduksi dan menyutradarai film dokumenter.

Saat ini, ia bekerja sebagai promotor di National Talent Management for Film, Kementerian Kebudayaan Indonesia. Ia juga menjadi anggota dewan penasihat Jakarta Film Week dan Flobamora Film Festival di Indonesia.
Linda Gozali
Producer

Linda Gozali

Selama 25 tahun, Linda membangun karier di bidang keuangan dan pasar modal sebelum akhirnya kembali ke dunia perfilman untuk melanjutkan mimpi ayahnya yang belum terwujud. Bersama adiknya, Charles Gozali, ia mendirikan MAGMA Entertainment.

Warisan yang ditinggalkan ayah mereka, Hendrick Gozali, turut membentuk pandangan Linda bahwa film bukan sekadar bisnis, tetapi juga tentang warisan dan identitas.

Sebagai produser, Linda mencatat pencapaian penting lewat Sobat Ambyar (2020), film Indonesia pertama yang dirilis secara global di Netflix. Selain menghibur dan mengharukan, film ini juga menjadi penghormatan bagi mendiang Didi Kempot. Pada 2022, MAGMA merilis Qodrat, film yang mendapat pujian luas karena menghadirkan pendekatan baru dalam genre horor Indonesia.

Bersama Charles, Linda telah memproduksi berbagai film, antara lain Rasa (2009), Demi Dewi (2010), Finding Srimulat (2013), Nada untuk Asa (2015), Juara (2016), Sobat Ambyar (2021), Qodrat (2022), Pemukiman Setan (The Devil’s Liar, 2023), Tumbal Darah (2024), Qodrat 2 (2025), dan Badut Gendong (2026). Melalui beragam genre dan cerita, karya-karya mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kekeluargaan.
Gita Fara
Producer

Gita Fara

Gita Fara adalah produser film yang berbasis di Jakarta. Ia telah memproduseri enam film panjang yang berkiprah di berbagai festival film internasional, di antaranya Nyai (2016) karya Garin Nugroho; The Seen and Unseen (2017) karya Kamila Andini, yang meraih Grand Prix di Berlinale Generation dan Tokyo FILMeX; serta Before, Now and Then (2022) karya Kamila Andini, yang tayang perdana dalam kompetisi utama Berlin International Film Festival. Film tersebut juga meraih Silver Bear untuk Best Supporting Performance, penghargaan Best Film di Asia Pacific Screen Awards 2022, serta lima Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2022, termasuk untuk Best Feature Film.

Karya terbarunya meliputi Samsara, film bisu hitam putih garapan Garin Nugroho yang diiringi musik gamelan Bali secara langsung dan berkolaborasi dengan Gabber Modus Operandi. Film ini merupakan proyek pesanan Esplanade – Theatres on the Bay di Singapura. Ia juga memproduseri On Your Lap garapan Reza Rahadian, yang meraih empat penghargaan dalam kompetisi Visions Asia di Busan International Film Festival 2025.

Gita merupakan alumni Talents Tokyo 2016 dan menjabat sebagai Head of Programs JAFF Market 2025.