Pada hari terakhir Jakarta Film Week 2024, sebuah program talk bertajuk “Showcase: Exhuma, The Megahit Emerges” digelar, menghadirkan Kim Young Min, produser film Exhuma. Acara yang dipandu oleh Agung Sentausa, Director, Producer, dan Chairperson of IFDC Association, ini diadakan di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta Pusat, dan dibuka untuk umum. Masyarakat yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang proses produksi dan kreatif di balik kesuksesan Exhuma mendapat kesempatan untuk hadir langsung.
Exhuma, film horor asal Korea, telah menjadi film Korea terlaris di Indonesia, dengan jumlah penonton lima kali lipat dibanding di Korea. Ini membuktikan antusiasme tinggi masyarakat Indonesia terhadap film ini.
Untuk itu, Jakarta Film Week 2024 menyelenggarakan program talk bersama Kim Young Min, memberikan kesempatan bagi penggemar dan sineas untuk belajar langsung tentang proses kreatif di balik Exhuma—mulai dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Dalam sesi ini, Kim Young Min menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi untuk menciptakan alur dan visual yang natural.
Kim Young Min menjelaskan setiap tahap produksi, mulai dari pembuatan storyboard, pemilihan lokasi syuting yang tepat untuk membangun suasana horor, hingga desain poster film. Ia menekankan pentingnya pencahayaan dan efek suara untuk menciptakan atmosfer mencekam, serta penggunaan CGI (Computer Generated Imagery) guna menambah intensitas horor tanpa mengurangi kesan nyata film. “Kami menggunakan CGI, terutama pada karakter dan lokasi, untuk mempermudah penciptaan adegan dan visual yang kami inginkan,” ujarnya.
Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab, di mana audiens sangat antusias memanfaatkan kesempatan langka ini untuk bertanya langsung kepada Kim Young Min. Menariknya, Kim justru berbalik bertanya kepada audiens tentang pandangan mereka mengenai alasan di balik kesuksesan Exhuma di Indonesia. Menurutnya, elemen cerita yang mengangkat tema mistik dan perdukunan mungkin sangat relevan dengan budaya dan kepercayaan lokal. Selain itu, rasa ingin tahu masyarakat Indonesia yang tinggi juga menjadi faktor, karena mereka tertarik mengeksplorasi budaya dari negara lain, termasuk Korea, terutama jika tema cerita memiliki kesamaan dengan kebudayaan lokal.
Melalui sesi ini, Kim Young Min berhasil membawa audiens lebih dekat dengan proses kreatif di balik Exhuma, memberi wawasan mendalam bagi para penggemar dan sineas di Indonesia. Program ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi bagi sineas Indonesia dan Korea untuk memperkaya industri perfilman.
Masih banyak acara menarik di Jakarta Film Week 2024. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikuti @jakartafilmweek di media sosial. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!
Asia Khairunnisa Luthan | Nanda Hadiyanti