Mengelola emosi dalam industri film sangat penting, mengingat proses produksi melibatkan banyak pihak dengan latar belakang, karakter, dan kepentingan yang berbeda. Hal ini menuntut para pekerja di industri kreatif untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, mempermudah komunikasi dan kolaborasi, serta mencegah perundungan dan kekerasan di tempat kerja. Pertanyaannya, bagaimana menjaga stabilitas emosi agar tetap profesional?
Topik ini dibahas dalam Program Talk bertema “Dari Hati ke Hati: Kerja-Kerja Emosional di Industri Film” yang menghadirkan narasumber berpengalaman seperti April Priscilla (Line Producer), Putri Ayudya (Head of Actinglab Mondiblanc Film Workshop), dan Rain Cuaca (Project Officer Indonesiana Film dan Co-Founder 100% Manusia Film Festival). Mereka berbagi pengalaman tentang tantangan emosional dalam produksi film dan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah dinamika kerja yang sering kali penuh tekanan.
Dalam lingkungan kerja kreatif yang serba cepat dan penuh perubahan, April mengungkapkan bahwa langkah pertama saat menghadapi emosi yang tidak stabil adalah mengidentifikasi sumber masalah. “Kita perlu mengidentifikasi masalah terlebih dahulu karena tidak semua ketidakstabilan harus diselesaikan dengan istirahat. Kadang, cukup dengan berbagi cerita, menangis, atau berolahraga,” jelasnya. Menurutnya, memahami akar permasalahan membantu memilih strategi yang tepat dalam menghadapinya.
Rain Cuaca berbagi pengalamannya dari perspektif pelaku industri festival. Menghadapi banyak pihak, baik domestik maupun internasional, menurutnya membutuhkan keterampilan diplomasi yang baik. “Saya sering berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang. Kita perlu menjaga keharmonisan dan menghindari konfrontasi. Untuk itu, komunikasi dan persiapan jangka panjang sangat penting,” ujarnya.
Dalam dunia akting yang erat kaitannya dengan emosi, Putri Ayudya menyoroti tantangan khusus pada adegan-adegan intim yang sering kali krusial dalam narasi namun dapat menjadi tantangan bagi aktor. Untuk memastikan kenyamanan aktor, Mondiblanc Film Workshop telah mengembangkan Standard Operating Procedure (SOP) untuk mengatur adegan-adegan sensitif. “Kami ingin memastikan setiap aktor merasa aman dan dihargai sehingga dapat memberikan penampilan maksimal tanpa tekanan,” jelas Putri.
Program Talk ini menyampaikan pesan bahwa emosi adalah bagian tak terpisahkan dari pekerjaan, khususnya di industri film. Untuk menciptakan dinamika kerja yang sehat dan menjaga kesehatan mental, setiap individu perlu bijak dalam mengelola emosi. Kesehatan emosional yang baik tidak hanya mendukung kesejahteraan individu tetapi juga memperkuat kolaborasi tim dan kualitas produksi secara keseluruhan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Jakarta Film Week 2024, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikuti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!
Asia Khairunnisa Luthan | Nanda Hadiyanti