Menggali Perspektif Baru Dunia Perfilman Internasional di Program Masterclass

Hari ketiga pelaksanaan Jakarta Film Week 2024, 25 Oktober 2024, menghadiri program Masterclass Directing bersama Ho Miu Ki – Sutradara dan Penulis Skenario ‘Love Lies’, Masterclass Scriptwriting bersama Kim Min Ha – Penulis Skenario dan Sutradara ‘Idiot Girls and School Ghost: School Anniversary’ dan Masterclass Editing bersama Nick Cheuk – Sutradara, Penulis Naskah, Editor ‘Time Still Turns the Pages’, yang dilaksanakan di Mercure Hotel Cikini, Jakarta Pusat. 

Acara ini turut dihadiri oleh emerging filmmakers yang tertarik mengetahui lebih lanjut bagaimana pengalaman dari para pembicara dalam melalui proses kreatif pembuatan film. Sehingga dapat memperkaya pengetahuan dalam mengeksplorasi kreativitas pengelolaan sebuah cerita menarik menjadi karya visual yang dapat dinikmati oleh audiens. 

Pada acara Masterclass Directing, Ho Miu Ki dan Sabrina Rochelle yang turut hadir, untuk berbagi perspektifnya dalam mengarahkan emosi karakter dan menghidupkan naskah secara visual. Ho Miu Ki menjelaskan bahwa sebagai sutradara pemula merupakan sebuah tugas yang tidak mudah. Seorang sutradara harus menyelaraskan seluruh pemikiran tim agar dapat menjaga alur cerita yang diinginkan dan menciptakan sebuah keunikan yang berbeda. “Sutradara harus memiliki kemampuan theater of mind. Hal yang terpenting adalah bisa menyuarakan apa yang kita pikirkan menjadi sebuah film dan memiliki rasa kecintaan terhadap storytelling.” 

Sabrina menambahkan bahwa menjadi sutradara pemula harus memiliki sifat keterbukaan akan segala kesempatan atau pengetahuan. “Sebagai sutradara juga harus memiliki sifat keterbukaan dalam belajar banyak hal, bisa dari sutradara yang lebih senior di bidang perfilman serta memanfaatkan segala kesempatan. Karena segala bentuk kesempatan sekecil apapun dapat membuka pintu-pintu lainnya.” 

Selain itu, pada sesi Masteclass Scriptwriting, Kim Min Ha menjelaskan cara mengeksplorasi pendekatan baru dalam pembuatan film genre dan penambahan humor yang unik pada sebuah alur cerita. Sehingga mampu menciptakan karya yang segar dan menghibur bagi penonton. Penulis skenario dapat mengembangkan cerita yang tidak hanya mengikuti konvensi genre, tetapi juga menawarkan twist unik yang membuat cerita lebih hidup dan berkesan.

Sesi terakhir ditutup oleh Masterclass Editing. Cheuk menjelaskan mengenai keuntungan dan kesulitan yang dihadapi ketika memiliki peran ganda saat produksi. Keuntungan yang dimiliki sutradara yang sekaligus memiliki peran sebagai editor yaitu memiliki keputusan untuk membangun sebuah alur cerita sesuai yang diharapkan dan diinginkan. Dan kesulitan yang dihadapi adalah memastikan penonton menangkap pesan yang ingin disampaikan. 

Melalui program Masterclass ini, para filmmakers mendapatkan kesempatan untuk memperkaya perspektif mereka dalam menciptakan karya-karya yang beragam, baik dari segi genre, gaya bercerita, maupun pendekatan teknis. Dengan berdiskusi secara langsung dengan sineas yang memiliki pengalaman secara internasional, diharapkan dapat menggali ide-ide baru dan inspirasi untuk menghadirkan cerita yang lebih bervariasi dan original. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikuti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!

Asia Khairunnisa Luthan | Nanda Hadiyanti

Artikel Terkait
Mengenal Sineas Muda Indonesia Lewat MTN Showcase di Jakarta Film Week

Article

Mengenal Sineas Muda Indonesia Lewat MTN Showcase di Jakarta Film Week
Read Now
Dopamin, Kisah Tentang Cinta di Dunia yang Semakin Gila

Article

Dopamin, Kisah Tentang Cinta di Dunia yang Semakin Gila
Read Now
Merawat Ekosistem, Menumbuhkan Jejaring: Talents Hub dan Lanskap Pembuat Film Muda Asia Tenggara

Article

Merawat Ekosistem, Menumbuhkan Jejaring: Talents Hub dan Lanskap Pembuat Film Muda Asia Tenggara
Read Now