Program “Industry Talk” bertema “Genre Frontiers: Exploring Genre Markets in Asia” menjadi penutup rangkaian Jakarta Film Week 2024 pada 27 Oktober 2024. Diselenggarakan di Mercure Hotel Cikini, Jakarta Pusat, acara ini menghadirkan Matthew Poon (Senior Project Manager di Hong Kong International Film Festival Industry), Jongsuk Thomas Nam (Festival Programmer Bucheon International Fantastic Film Festival & Managing Director of the Network of Asian Fantastic Films), serta Susanti Dewi (Produser & Head of IDN Pictures). Diskusi dimoderatori oleh Tran Thi Bich Ngoc, Co-Founder of Autumn Meeting, dan dihadiri sekitar 20 peserta undangan dari kalangan industri film.
Acara ini menarik minat para pelaku industri film yang ingin mengeksplorasi pasar film Asia dan berdiskusi tentang dinamika, tantangan, serta peluang yang ada. Thomas Nam mengungkapkan bahwa kualitas industri film di Asia terus meningkat, sehingga BIFAN berusaha menyediakan platform bagi pembuat film untuk mengembangkan karya mereka. “BIFAN ingin memperkenalkan hal baru dalam industri perfilman, seperti Artificial Intelligence (AI), serta memberikan ruang bagi para pembuat film genre,” ujarnya.
Matthew Poon menambahkan bahwa sebagai salah satu festival film terbesar dan paling berpengaruh di Asia, HKIFF Industry mendukung para profesional film melalui berbagai program, termasuk sesi pitching, acara networking, workshop, masterclass, serta forum diskusi. “Melalui program-program kami, para pembuat film dapat berbagi ide dan mengembangkan genre bersama sineas dari seluruh dunia,” kata Matthew.
Dalam sesi ini, Thomas Nam juga memberikan tips penting bagi para pembuat film sebelum pitching, seperti menyiapkan naskah yang solid, materi visual, dan sinopsis singkat yang jelas. Menurutnya, naskah yang baik tidak hanya memiliki alur cerita yang kuat, tetapi juga karakter mendalam dan dialog menarik. Visual seperti mood board atau contoh gambar dapat membantu menyampaikan visi kreatif secara efektif, sedangkan sinopsis yang padat membantu menarik perhatian audiens dan memberikan gambaran jelas tentang inti cerita serta daya tarik proyek.
Susanti Dewi menambahkan bahwa partisipasi pembuat film muda penting untuk menciptakan perspektif baru dalam memperkaya genre di industri perfilman Indonesia. “Kita membutuhkan partisipan baru di industri film untuk menciptakan horison baru. Saat ini, yang terpenting adalah menyajikan cerita yang baik untuk membuka perspektif baru,” ujarnya.
Program ini memberikan wawasan mendalam tentang strategi dan potensi pasar genre di Asia. Diskusi yang penuh antusiasme ini membuka peluang kolaborasi serta memperkuat pemahaman tentang pentingnya pengembangan cerita yang kreatif dan inklusif demi kemajuan industri perfilman. Harapannya, program ini dapat memberikan wawasan baru bagi para pelaku perfilman, khususnya di Indonesia, agar turut memperkaya industri film di Asia.
Ikuti seluruh rangkaian acara di Jakarta Film Week 2024. Untuk informasi lebih lanjut tentang program dan acara, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikuti media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!
Asia Khairunnisa Luthan | Nanda Hadiyanti