Sejumlah penonton menghadiri pemutaran Global Short Competition 2, sebuah kompilasi yang menayangkan enam judul film pendek, yang menjadi bagian dari program Jakarta Film Week 2024 di hari kedua.
Berlokasi di Teater Asrul Sani, Taman Ismail Marzki, mereka menikmati film yang ditayangkan antara lain ‘Shallot Salad’, ‘The Man Who Could Not Remain Silent’, ‘Oyu’, ‘Deliverance’, ‘Seeding, Blossoming, Fruiting’, hingga ‘Stranglement’.
Selain itu, sesi tanya jawab yang diselenggarakan tepat setelah film selesai ditayangkan, mengundang BW Purbanegara selaku Director Film Shallot Salad dan Inoka Palliyaguru selaku Sutradara Film Stranglement. Mereka menjawab beberapa pertanyaan baik terkait teknis produksi film, challenge apa saja yang dihadapi dalam prosesnya, hingga harapan ketika film pendek karya mereka terpilih untuk ditayangkan dalam global short competition di Jakarta Film Week 2024.
BW Purbanegara mengakui bahwa munculnya film Shallot Salad yang ia ciptakan berangkat dari rasa sedih dan keresahan akibat tragedi Kanjuruhan 2022 yang lalu, dengan proses kreatif yang hanya memakan waktu 5 hari dan dibantu teman serta alat seadanya ia tetap dengan sepenuh hati mempersiapkan film ini.
“Challenge-nya mungkin proses post production yang berlangsung 1,5 tahun,” tambah BW Purbanegara. Berangkat dari rasa yang sama, keresahan, Inoka Plliyaguyuru, sutradara Stranglement mengatakan di negara asalnya, Sri Lanka, seringkali terjadi tragedi bunuh diri hingga menjadi peristiwa yang dianggap umum di sana. Sehingga Inoka termotivasi untuk membuat film yang dapat meningkatkan awareness bahwa kondisi susah di Sri Lanka membuat warganya merasa desperate hingga mengakhiri hidup mereka.
Menariknya kedua film berangkat dari keresahan masing-masing pembuat film, baik BW Purbanegara dan Inoka merasa film adalah medium yang tepat untuk menyampaikan pesan yang personal dalam gambaran lebih umum kepada banyak orang.
BW Purbanegara yang ingin menyampaikan bahwa masih banyak PR di Indonesia terkait penyelesaian masalah lewat film Shallot Salad garapannya dan menjadi harapan agar proses penyelesaian masalah dapat sesuai dengan Hak Asasi Manusia.
Inoka sendiri berharap dengan terpilihnya Stranglement ke dalam Global Short Competition di Jakarta Film Week 2024 dapat menjadi motivasi negara dan teman-temannya untuk dapat menyuburkan industri film di Sri Lanka.
“Because there’s no market in my country to distribute this film,” ujar Inoka.
BW pun menutup dengan harapan agar Jakarta Film Week dapat diadakan dengan jadwal yang lebih lama, lebih banyak program, dan pilihan film yang bisa ditonton.
“Pasti lebih keren meskipun juga lebih capek, tapi salut buat temen-temen Jakarta Film Week 2024 yang sudah bekerja keras mewujudkan festival ini,” tutup BW Purbanegara .
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!
Nabila Dwiputri | Nanda Hadiyanti