Belajar Pitching Film dari Alumni Jakarta Film Fund, Langkah Awal Masuk Industri Film
Jakarta, 17 September 2025 — Bagaimana sebuah ide film dapat menembus seleksi program pendanaan produksi hingga akhirnya dapat tayang di sebuah layar? Pertanyaan ini menjadi inti diskusi Road to Jakarta Film Week X Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (FFTV IKJ) bertajuk “From Idea to Screen: How to Pitch Your Story through a Film Funding Program”, yang telah sukses digelar di Gedung Sjumandjaja, Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Acara yang berlangsung pada Rabu, 17 September 2025 ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Evi Cecilia (produser film Ringroad) dan Novi Hanabi (Program Manager Jakarta Film Week), serta dipandu oleh Andro Putranto (Film Programmer Jakarta Film Week).
Road to Jakarta Film Week adalah rangkaian kegiatan pra-festival yang digelar untuk membangun antusiasme, memperluas jangkauan program, sekaligus memberikan ruang pembelajaran bagi ekosistem film. Rangkaian ini meliputi diskusi, pemutaran film, hingga yang dilaksanakan di berbagai titik sebelum festival utama.
Kolaborasi dengan kampus film seperti FFTV IKJ menjadi strategi penting untuk mempertemukan sineas muda dengan praktisi industri dan penyelenggara festival. Dengan begitu, pembuat film pemula bisa lebih siap menghadapi peluang yang ditawarkan di Jakarta Film Week 2025.
Sebelum memasuki sesi diskusi, peserta terlebih dahulu diajak menonton beberapa film pendek, antara lain Samu the Terrible and His Sin (2024), Ringroad (2021), How an Apocalypse Ends (2025), dan Followers (2024). Pemutaran ini memberi gambaran nyata bagaimana karya film yang lahir dari kompetisi pendanaan dapat berkembang dan bertemu penonton.
Dalam sesi berbagi, Evi Cecilia menceritakan perjalanan Ringroad (2021) sejak ide, pitching di Jakarta Film Fund (JFF) 2021, hingga produksi dengan tenggat waktu yang ketat. “Pitch deck bukan hanya soal data teknis, tapi juga bagaimana kita bisa menyampaikan jiwa cerita dalam bentuk yang ringkas dan memikat,” ujar Evi.
Ia juga menekankan pentingnya membangun trust dengan sutradara dan tim produksi agar visi bisa diwujudkan secara utuh.
Sementara itu, Novi Hanabi menjelaskan tujuan JFF sebagai ruang inkubasi talenta baru. “Dengan ikut JFF, kesempatan terbuka untuk masuk ke industri. Jangan melihat peserta lain sebagai lawan—mereka bisa jadi rekan kolaborasi. Dari sini, jalannya karier bisa mulai terbuka,” kata Evi. Ia menambahkan, proposal yang kuat bukan berarti harus rumit. “Ide boleh sederhana, tapi kalau punya arah yang tegas, itu akan menonjol dibanding ratusan submisi lainnya.”
Novi juga menegaskan bahwa keuntungan mengikuti JFF tidak berhenti pada dana produksi, tetapi juga akses ke jaringan festival, mentor, hingga peluang distribusi lebih luas.
Sesi diskusi berlangsung hangat dengan pertanyaan dari peserta seputar strategi pitching, cara menghadapi dewan juri dalam presentasi singkat, hingga opsi distribusi setelah film selesai diproduksi. Dengan kapasitas terbatas untuk 50 peserta, acara ini terasa intim dan memberikan ruang interaksi yang dekat antara pembicara dan audiens.
Road to Jakarta Film Week X FFTV IKJ berhasil membuka wawasan baru bagi para pembuat film muda tentang pentingnya strategi pitching dan pemanfaatan program pendanaan film. Dari sesi ini, terlihat jelas bahwa perjalanan dari ide ke layar bukanlah proses instan, melainkan membutuhkan kesiapan, kolaborasi, dan keberanian untuk membuka diri pada berbagai peluang.
Acara ini menjadi bagian dari Road to Jakarta Film Week 2025, rangkaian menuju festival utama Jakarta Film Week 2025 yang akan digelar pada 22–26 Oktober 2025 di Jakarta. Menampilkan berbagai program menarik seperti Jakarta Film Fund, Masterclass, Producers Lab, Talks, hingga Malam Penghargaan Jakarta Film Week. Program-program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para sineas dan pelaku industri untuk berbagi ide, belajar dari para ahli, dan mengeksplorasi kolaborasi yang lebih luas.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikuti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!
Arga Arifwangsa | Asia Khairunnisa Luthan