Jakarta Film Week (JFW) 2024 semakin dekat, dan berbagai acara pendukung mulai digelar. Salah satunya adalah kolaborasi antara Jakarta Film Week dengan Universitas Indonesia Film Festival (UIFF) melalui acara bertajuk “From Campus to Global: How to Expand Your Short Film”. Acara ini berlangsung pada tanggal 28 September 2024 di Auditorium Gedung X, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. UI Film Festival yang terkenal sebagai platform untuk menampilkan karya-karya mahasiswa dan sineas muda, kali ini menjadi bagian dari Road to Jakarta Film Week yang bertujuan menginspirasi para pembuat film muda untuk melangkah lebih jauh di kancah internasional.
Acara tersebut menghadirkan dua pembicara, yakni Novi Hanabi, seorang produser film dan program manager Jakarta Film Week, serta Fazrie Permana, sutradara film terkenal “Alif Pengen Punya Pacar, Yuli Pengen Dibonceng Ngabers”. Kedua pembicara ini berbagi pengalaman dan tips bagaimana para sineas muda dapat mengembangkan dan memperluas karya film pendek mereka hingga dikenal secara global.
Membangun Jembatan dari Kampus ke Kancah Internasional
Tema yang diusung dalam acara ini berfokus pada upaya memperluas jangkauan film pendek dari kampus ke dunia global. Menurut Novi Hanabi, kolaborasi ini adalah langkah penting untuk menjembatani sineas muda Indonesia dengan peluang internasional. “Festival film adalah platform yang sangat berharga untuk memperkenalkan karya-karya orisinal ke hadapan publik yang lebih luas. Kami ingin mendorong para pembuat film muda agar tidak hanya terpaku pada lokal, tapi mulai berpikir bagaimana karya mereka bisa diapresiasi di panggung internasional,” ujar Novi.
Sementara itu, Fazrie Permana menekankan pentingnya memperhatikan isu-isu universal yang relevan bagi audiens global. Sebagai seorang sineas yang telah berhasil membawa karya-karyanya ke berbagai festival internasional, Fazrie berbagi kiat bagaimana memadukan elemen lokal dengan cerita yang bersifat global. “Ketika membuat film, penting bagi kita untuk tetap otentik dengan identitas budaya kita, namun juga harus bisa beresonansi dengan isu yang lebih luas. Itu adalah kunci agar film kita bisa menembus batas,” tambahnya.
Penayangan Film Pendek yang Menyentuh Berbagai Tema
Selain sesi diskusi dan talks, acara ini juga menghadirkan penayangan film-film pendek pilihan yang menjadi sorotan. Berikut beberapa judul film yang diputarkan selama acara berlangsung:
Film-film tersebut tidak hanya menawarkan sudut pandang unik dari sineas-sineas muda, tetapi juga menyentuh berbagai tema, mulai dari komedi, kehidupan sehari-hari, hingga cerita fantasi dan fiksi ilmiah. Alif Pengen Punya Pacar, Yuli Pengen Dibonceng Ngabers, misalnya, menggambarkan dinamika hubungan remaja dalam balutan humor yang segar. Sementara itu, film M.U.R.B.Y dari Singapura hadir dengan animasi kreatif yang penuh filosofi dan makna.
UIFF sebagai Pintu Gerbang Menuju Festival Internasional Jakarta Film Week 2024
Dengan berlangsungnya acara Road to Jakarta Film Week di Universitas Indonesia, Jakarta Film Week 2024 semakin dekat dan diantisipasi oleh banyak kalangan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana UIFF tidak hanya menjadi ajang bagi sineas lokal untuk menampilkan karya mereka, tetapi juga sebagai platform untuk mempersiapkan para pembuat film muda agar bisa melangkah ke kancah internasional.
Jangan Lewatkan Jakarta Film Week 2024
Jakarta Film Week 2024 akan diadakan pada 23-27 Oktober 2024, dan akan menampilkan berbagai program menarik seperti Jakarta Film Fund, Masterclass, Producers Lab, Talks, hingga Malam Penghargaan Jakarta Film Week. Program-program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para sineas dan pelaku industri untuk berbagi ide, belajar dari para ahli, dan mengeksplorasi kolaborasi yang lebih luas.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikuti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!