GUN, VIOLENCE | COMING OF AGE, POLITICS, COMMUNISM
Gejolak politik tahun 1965 mencegah Koesno untuk mengejar mimpinya. Hasratnya untuk menari terbentur oleh prasangka politik terhadap seniman tari, yang menjerumuskannya ke dalam bahaya yang tak ia pahami.
Indigo Gabriel Zulkarnain merupakan seorang film enthusiast menyelesaikan studi S1 Film dan Televisi di ISI Yogyakarta. Ia aktif menjadi juru program di beberapa pemutaran alternatif seperti Blur House, KDM Cinema, dan Patriot Film Bekasi. Saat ini ia juga aktif memproduksi film bersama Meneer Inc., sebuah kolektif film independen. Karyanya berfokus pada pembahasan perspektif kelas di masyarakat.