SPEAKERS

FESTIVAL SPEAKERS

Industry Talk — Stories Beyond Medium
Titis Sapto Raharjo
Founder, Director & Producer of Movieholic Production

Titis Sapto Raharjo

Titis Sapto Raharjo adalah filmmaker, sutradara, produser, dan creative entrepreneur dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri film, komersial, branded content, dan konten digital di Indonesia. Ia merupakan CEO & Founder Movieholic Production, rumah produksi yang didirikannya pada 2011. Sebelumnya, Titis juga mendirikan FLICK Magazine pada 2009, majalah digital tentang film pertama di Indonesia.

Perjalanan Titis di dunia film membawanya handle klien-klien terkemuka seperti Djarum, Singapore Tourism Board, Mayora, Kalbe, Prudential, AIA dan Nestle. Film pendeknya, TAXI, berhasil memenangkan Fantastic International Short Film Competition (FISFIC) pada 2011 dan terpilih mewakili Indonesia di PiFan (Puchon International Fantastic Film Festival), Korea Selatan, pada 2012. Sejak 2022-2025, Titis juga terlibat menangani berbagai konten untuk Netflix Indonesia. Ia terlibat dalam produksi behind the Scenes, promotional & digital content dan marketing videos untuk sejumlah film dan serial Netflix, diantaranya Abadi Nan Jaya, The Most Beautiful Girl in the World, Dear David, serta Joko Anwar's Nightmares and Daydreams.

Dalam perkembangannya sebagai filmmaker, Titis kini secara aktif mengeksplorasi vertical filmmaking dan series sebagai format storytelling baru. Ia bekerja sama dengan Jakarta Creative Hub dalam pengembangan konten dan film vertical untuk rangkaian program Jakarta menuju 500 Tahun. Eksplorasi tersebut kemudian berkembang ke ranah lebih luas lagi, dengan keterlibatan Titis dalam 2 vertical series yg akan diproduksi untuk sebuah platform OTT.
Isabel Knowles
Director/ Animator

Isabel Knowles

Berangkat dari kecintaan yang sama terhadap animasi stop-motion, storytelling, dan teknologi, Isobel Knowles dan Van Sowerwine telah berkarya selama lebih dari 20 tahun dengan menciptakan karya seni interaktif yang kompleks, film pendek animasi, serta instalasi imersif yang telah mendapat pengakuan di berbagai belahan dunia. Karya-karya terbaru mereka mengeksplorasi realitas virtual dan realitas tertambah sebagai medium untuk mengembangkan pengalaman bercerita yang inovatif.
Nathalie Mierop
Director of SEE NL

Nathalie Mierop

Nathalie Mierop menjabat sebagai Director SEE NL sejak Januari 2024. SEE NL merupakan organisasi payung yang bertanggung jawab atas promosi film Belanda dan budaya filmnya di tingkat internasional. SEE NL merupakan bagian dari lembaga perfilman nasional Eye Filmmuseum di Amsterdam dan bekerja sama erat dengan Netherlands Film Fund.

Nathalie bergabung dengan SEE NL, yang sebelumnya dikenal sebagai Eye International, pada 2010 sebagai Promotion Manager untuk film arthouse dan crossover. Seiring waktu, tanggung jawabnya meluas hingga mencakup promosi film berbasis virtual reality.

Sebelum bergabung dengan SEE NL, Nathalie menghabiskan hampir satu dekade bekerja dalam berbagai peran di festival film dan acara industri, termasuk International Film Festival Rotterdam, Hubert Bals Fund, Rio de Janeiro International Film Festival, serta Holland Film Meeting, program industri internasional dari Netherlands Film Festival.

Ia menempuh pendidikan Bahasa dan Sastra Spanyol serta Studi Amerika Latin, dengan fokus pada sinema Ibero-Amerika. Nathalie mengawali karier profesionalnya di departemen Amerika Latin Radio Netherlands.

Nathalie merupakan anggota European Film Academy.
Dr. Sadiah Boonstra
Curator & Historian

Dr. Sadiah Boonstra

Dr. Sadiah Boonstra adalah kurator dan sejarawan terkemuka yang berupaya mengubah cara pandang terhadap masa kolonial demi mewujudkan masa depan yang lebih setara. Melalui kolaborasi dengan seniman, kolektif, komunitas, dan akademisi, Sadiah menjembatani dunia museum, akademik, dan institusi kebudayaan di Indonesia maupun mancanegara.

Pada 2020, ia mendirikan CultureLab, perusahaan sosial pertama di Indonesia yang berfokus pada pengembangan praktik museum inovatif, penyelenggaraan pameran, penelitian sejarah, serta pengembangan profesional di bidang kebudayaan. Ia secara konsisten memperjuangkan keadilan budaya dan sejarah melalui praktik kuratorial serta berbagai publikasi akademiknya. Salah satu karya terbarunya adalah buku Rethinking Histories of Indonesia: Experiencing, Resisting and Renegotiating Coloniality, yang disunting bersama dan diterbitkan oleh ANU Press pada 2025.

Selain memimpin CultureLab, Sadiah saat ini menjabat sebagai Senior Research Fellow di Universitas Gadjah Mada dan Senior Honorary Fellow di University of Melbourne. Ia meraih gelar doktor dalam bidang sejarah dari Vrije Universiteit Amsterdam pada 2014.

Sebelumnya, Sadiah pernah berkiprah di sejumlah institusi kebudayaan terkemuka dunia, termasuk The British Museum di London, National Gallery Singapore, dan Tropenmuseum di Amsterdam. Setelah kembali ke Indonesia, ia bekerja di Erasmus Huis dan menjabat sebagai Spesialis Kolaborasi Internasional, Urusan Kuratorial, dan Pengelolaan Koleksi di Indonesian Heritage Agency, di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, pada 2022–2023.