MENTORS

FESTIVAL MENTORS

All MENTORS
Amanda Nell Eu
Director

Amanda Nell Eu

Amanda Nell Eu adalah seorang pembuat film yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Film panjang debutnya, Tiger Stripes, meraih Grand Prize di Critic’s Week Festival Film Cannes 2023 dan menjadi film resmi perwakilan Malaysia untuk Academy Awards tahun yang sama. Amanda merupakan alumna Berlinale Talents, Tokyo Talents, dan Locarno Filmmakers Academy. Film-film pendeknya telah meraih berbagai penghargaan dan diputar di sejumlah festival film internasional bergengsi, termasuk Venice, Locarno, dan Clermont-Ferrand.
Kamila Andini
Director

Kamila Andini

Kamila Andini adalah sutradara dan penulis naskah asal Indonesia yang berkarya lintas medium—film, teater, seni rupa, televisi, dan berbagai bentuk audio-visual lainnya. Karyanya banyak berakar pada tema sosial-budaya, kesetaraan gender, dan kesadaran lingkungan, menampilkan suara bercerita yang khas dan empatik. Film panjang debutnya, The Mirror Never Lies (2011), telah berkeliling ke lebih dari 50 festival internasional dan meraih banyak penghargaan, disusul oleh The Seen and Unseen (2017) yang memenangkan Grand Prix di Berlinale Generation Kplus dan kemudian diadaptasi menjadi pertunjukan teater tari. Film-film berikutnya seperti Yuni (2021), pemenang TIFF Platform Grand Prix, dan Before, Now & Then (2022), peraih Silver Bear di Berlinale, semakin mengukuhkan reputasinya di kancah internasional. Pada 2023, ia menyutradarai Cigarette Girl, serial orisinal Netflix pertama dari Indonesia, dan diundang menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS). Saat ini, Kamila tengah menyelesaikan film panjang terbarunya berjudul Four Seasons in Java.
Adrian Jonathan
Programmer Team Jakarta Film Week

Adrian Jonathan

Adrian Jonathan Pasaribu adalah pendiri dan pemimpin redaksi Cinema Poetica—kolektif produksi dan distribusi pengetahuan sinema. Tulisan kritiknya sudah terbit di berbagai media, dari Kompas, Tempo, The Jakarta Post, hingga Criterion Collection. Ia sempat menjadi kurator untuk sejumlah festival film, meliputi Festival Film Dokumenter, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan Singapore International Film Festival. Pada 2019, Adrian terlibat dalam penelitian dan penulisan “Antarkota Antarlayar: Potret Komunitas Film di Indonesia” terbitan Dewan Kesenian Jakarta. Pada 2023, ia menyelesaikan pascasarjana studi film di Universiteit van Amsterdam, Belanda. Saat ini Adrian bekerja sebagai kurator Jakarta Film Week dan peneliti Arts Equator untuk Southeast Asia Artistic Freedom RADAR.
No Photo
Producer, Manager of Purin Pictures

Primrin Puarat

Primrin Puarat adalah manajer Purin Pictures, dana film yang mendukung perfilman Asia Tenggara. Selama tujuh tahun terakhir, ia bekerja bersama Aditya Assarat dan Anocha Suwichakornpong, mengembangkan perspektif kuratorial yang kuat serta pemahaman mendalam tentang lanskap sinema regional. Ia juga merupakan pembuat film dokumenter yang karyanya banyak mengeksplorasi isu hak asasi manusia dan lingkungan. Film pendeknya, Mountain of Trash (2020), meraih Honorable Mention di IF/Then Global Shorts Pitch pada IDFA 2019. Karya terbarunya, The Cost of Freedom, memenangkan penghargaan Best International Short Documentary di Chain NYC Film Festival 2023. Primrin adalah alumna American Film Showcase, Berlinale Talents (Doc Station), Talents Tokyo, Docs by the Sea, Southeast Asian Film Lab, dan Asiadoc. Saat ini, ia tengah mengembangkan film dokumenter panjang perdananya berjudul A Journey to the Universe, yang meraih Cannes Docs – Marché du Film Award di Ji.hlava 2024.