MENTORS

FESTIVAL MENTORS

All MENTORS
Tan Si En
Mentor/Producer

Tan Si En

Tan Si En adalah produser film dan TV serta pendiri perusahaan film dan TV - Momo Film Co. Sebagai alumnus Berlinale Talents dan Rotterdam Lab, Si En memproduseri *Don't Cry, Butterfly* karya Dương Diệu Linh yang akan tayang perdana di Venice Critics Week 2024, *Dreaming & Dying* karya Nelson Yeo yang memenangkan dua penghargaan Golden Leopard bergengsi di Locarno Film Festival 2023, dan *Wet Season* karya Anthony Chen yang tayang perdana di Toronto International Film Festival 2019, Platform Competition. *Wet Season* dipilih oleh Singapore Film Commission sebagai perwakilan Singapura untuk Oscar 2021 dan mendapatkan pujian kritis, memenangkan 12 penghargaan internasional termasuk penghargaan bergengsi Golden Horse Awards.

Produksi bersama terbaru mereka, *The Year Of The Everlasting Storm*, tayang perdana di Cannes Film Festival 2021, *Arnold Is A Model Student* karya Sorayos Prapapan tayang perdana di Locarno Film Festival 2022, dan *Andragogy* karya Wregas Bhanuteja tayang perdana di Toronto 2023.

Si En juga merupakan asisten produser *POP AYE* karya Kirsten Tan, yang memenangkan Special Jury Prize di Sundance Film Festival 2017 dan VPRO Big Screen Award di International Film Festival Rotterdam. Mereka sedang mengembangkan dan memproduksi proyek-proyek pemenang penghargaan seperti *This City is a Battlefield* karya Mouly Surya, *Some Nights I Feel Like Walking* karya Petersen Vargas, dan lainnya.

Si En juga mempelopori Objectifs Short Film Incubator dan Momo Distribution Grant. Upaya mereka dalam produksi telah ditampilkan di publikasi seperti Screendaily, Variety, Channel News Asia, dan Yahoo. Pada tahun 2020, mereka diakui sebagai salah satu dari *The Straits Times 30 under 30 - The Arts*. Pada tahun 2021, Si En menerima penghargaan inspirasi pemuda yang diberikan oleh National Youth Council dan Scape. Pada tahun 2023, mereka dihormati oleh Tatler's GenT sebagai *Leaders of Tomorrow*.
Mia A. Santosa
Co-Producer at Visinema Pictures

Mia A. Santosa

Mia Santosa adalah co-producer di Visinema, perusahaan cerita terkemuka di Indonesia yang dikenal lewat berbagai rilisan film lintas genre yang mendapat banyak pujian. Sejak 2019, Mia telah memegang peran penting dalam sebagian besar proyek Visinema dan saat ini bertanggung jawab dalam mengelola pendanaan untuk produksi serta distribusi seluruh rilisan perusahaan. Portofolionya mencakup film-film menonjol seperti 24 Jam Bersama Gaspar (2023), yang berkompetisi di Jiseok Competition, Busan Film Festival 2023; Ali Topan (2023), yang tayang perdana di Busan Film Festival 2023; dan 13 Bombs (2023), film penutup Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023. Karya terbarunya antara lain Home Sweet Loan (2024), diproduseri oleh Cristian Immanuel yang dikenal lewat film box office Menculik Raden Saleh (2022); Jumbo (2025), yang kini menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa sekaligus film animasi dengan pendapatan tertinggi di Asia Tenggara; serta Panggil Aku Ayah (2025), kolaborasi pertama bersama raksasa hiburan Korea, CJ ENM, yang diadaptasi dari film mereka Pawn (2020). Ke depan, Mia berkomitmen untuk membawa rilisan Visinema ke panggung global dan memperluas kolaborasi dengan para produser internasional guna menjangkau penonton yang lebih luas.
Ifan Ismail
Scripwriter

Ifan Ismail

"Ifan Ismail baru sadar bahwa dia telah menyukai film sejak kecil, justru di bangku kuliah. Lewat kegiatannya di unit mahasiswa Liga Film Mahasiswa (LFM) di ITB, ia terbenam dalam dunia film dan menjajal banyak lini. Pertama, tercebur di produksi film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) sebagai tukang angkut dan pemotong bawang.

Setelah itu terjun ke televisi dan perfilman sebagai penulis skenario. Mulai dari acara komedi Extravaganza hingga ke film Habibie & Ainun dan Sultan Agung. Profesi ini sempat membawanya mengikuti residensi ASEAN in Residence yang diadakan Kementerian Kebudayaan Thailand dan Kyoto Filmmakers Lab di Kyoto. Keduanya di tahun 2014.

Tercebur di kolam yang lain lagi sejak 2017, menjabat sebagai Koordinator Program kineforum, sebuah program dan ruang putar alternatif di bawah Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Hingga saat ini masih mengelola program kineforum dan menulis skenario. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Senior Development di Skriptura, divisi kreatif dan penulisan Visinema."
No Photo
Producers Lab 2023 Alumni

Evi Cecilia