MENTORS

FESTIVAL MENTORS

All MENTORS
Nurita Anandia
Mentor/Producer

Nurita Anandia

Nurita Anandia adalah seorang produser, penulis, dan manajer pascaproduksi yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Ia telah menulis dan memproduksi dua film panjang, Terlalu Tampan dan Eggnoid. Selain itu, ia juga menjadi produser pendamping untuk Andragogy, yang terpilih untuk tayang di TIFF 2023.

Nurita juga berkontribusi sebagai manajer pascaproduksi dalam beberapa film, antara lain Agak Laen, Kaka Boss, dan SORE: Istri dari Masa Depan.
Devina Sofiyanti
Mentor/Director

Devina Sofiyanti

Devina merupakan alumnus dari Goedam Campus Bucheon International Fantastic Film Festival 2024, Reykjavik Talent Lab 2023, dan FLY Film Lab 2019. Film pendeknya berjudul Heirlooms telah diputar di berbagai festival film internasional, termasuk Reykjavik International Film Festival, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Fantastic Zagreb, Final Girls Berlin, Terror Molins, dan Portland Horror Festival, serta beberapa festival lainnya. Pada November 2024, Heirlooms menjadi film pendek horor Indonesia pertama yang diakuisisi oleh Alter.

Film pendek terbarunya, Whispers of Exiles, berkompetisi dalam kategori film pendek di Cinema at Sea Okinawa Pan-Pacific 2025 dan Women International Filmmakers Festival 2025. Saat ini, film tersebut masih berkeliling di sejumlah festival film dunia.

Proyek film panjang debutnya, The Heirlooms, terpilih dalam berbagai program pengembangan film bergengsi seperti AFIS 2022, Torino Film Lab Extended 2022, Seapitch Bangkok ASEAN Film Festival 2022, Produire Au Sud x TAICCA 2023, Ho Chi Minh International Film Festival x Autumn Meeting Project Market 2024, Goedam Campus BIFAN 2024, Pitching Forum Jakarta Film Week 2024, dan Brussels Genre Film Market 2025. Proyek film panjang ini juga memenangkan Bucheon Award (Kategori Goedam Campus) di BIFAN Project Market serta Development Grant di Jakarta Film Week-Net.
Reza Fahriyansyah
Mentor/Director

Reza Fahriyansyah

Reza Fahri adalah seorang penulis dan sutradara asal Indonesia yang meyakini bahwa film membantunya memahami makna kehidupan. Film-film pendek karyanya telah terpilih dan berkompetisi di berbagai festival film internasional, termasuk Locarno, Clermont-Ferrand, Tampere, Short Shorts, dan Busan IFF.

Film pendek terbarunya, Dancing Colors (2022), tayang perdana di Locarno Film Festival 2022 dan meraih penghargaan Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2022.

Saat ini, ia sedang mengembangkan film panjang pertamanya berjudul Unholy. Reza juga merupakan alumnus Tokyo Talent 2023.
Khozy
Mentor/Director

Khozy

Khozy Rizal memulai karirnya pada tahun 2021 dengan film pendek “Makassar is a City for Football Fans” yang ditayangkan di Sundance. Pada tahun 2023, film pendeknya “Basri & Salma in a Never-ending Comedy” tayang perdana di Cannes dan menjadi film pendek Indonesia pertama yang berkompetisi untuk Short Film Palme d’Or. Film pendek tersebut juga ditayangkan di lebih dari 100 festival, termasuk Sundance, Clermont-Ferrand, dan AFI Fest. Pada tahun 2024, film pendeknya “Little Rebels Cinema Club” memenangkan Crystal Bear untuk Film Pendek Terbaik di program Generation Kplus – Berlin International Film Festival 2025. Ia juga merupakan alumni Busan Asian Film Academy, Locarno Filmmakers Academy, dan Berlinale Talents. Pada tahun 2026, ia menjadi salah satu juri internasional di program Generation di Berlinale.