Setiap pagi ratusan sapi digiring ke tempat pembuangan sampah. Mereka menjadikan ini rumah mereka karena pemiliknya tinggal jauh dari lokasi tersebut. Mereka makan, tidur siang, bermain, dan kawin di sini sambil harus menjaga diri dari ekskavator dan buldoser yang membajak di sekitar lokasi dan dari tumpukan sampah yang bisa menjebak mereka.
Praktik ini telah ada selama bertahun-tahun karena pemiliknya lebih mengandalkan sisa makanan manusia untuk memberi makan mereka daripada mencari padang rumput. Namun pada akhirnya nasib mereka sama saja dengan sapi pemakan rumput lainya, menghadapi pisau jagal.
David Darmadi adalah pembuat film yang saat ini tinggal di Padang, Sumatera Barat. Karyanya telah diputar di festival film internasional seperti Europe On Screen, Documentary Film Festival Yogyakarta, Australia, ReelOzInd Australia, Images Festival Toronto, dan Aarhus Kunstbygning Center Denmark dan masih banyak lagi. Saat ini ia sedang mengelola proyeknya yang disebut Ingatan Visual, sebuah inisiatif yang mendokumentasikan kehidupan sehari-hari masyarakat di Sumatera Barat. Proyeknya Diary of Cattle memenangkan Hibah dan Distribusi Institut Film Tribeca di Docs By The Sea 2018.