Syamsiah dan Pandi hidup sederhana bersama anak dan cucu mereka di Sepaku, Kalimantan Timur. Kehidupan damai mereka berubah ketika pembangunan ibu kota baru Indonesia dimulai di tanah kelahiran mereka. Suara alat berat dan ancaman kehilangan tanah serta sumber air menghadirkan ketidakpastian. Akankah mereka mampu mempertahankan kehidupan yang selama ini mereka jalani?
Mahatma Putra adalah sutradara dokumenter asal Indonesia yang saat ini berbasis di Bali. Ia menerima fellowship selama satu tahun dari PPIA–Voice of America di Washington, D.C, sebelum mendirikan Anatman Pictures pada 2013, sebuah rumah produksi dokumenter dan komersial yang telah meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional, seperti Citra Pariwara, Piala Citra, AdFest, Balinale, dan Rhode Island International Film Festival. Gaya dokumenter Putra memadukan praktik mindfulness untuk mengajak penonton merefleksikan kontribusi yang dapat dilakukan setiap orang melalui tindakan-tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari.