social/political repression, culture, religion
Terrestrial Verses menceritakan masyarakat dari berbagai kalangan saat menghadapi batasan-batasan kultural, agama, dan institusional. Batasan-batasan ini biasa ditegakkan oleh otoritas publik, seperti guru hingga birokrat.
Diceritakan secara singkat, menarik, dan penuh komedi, Terrestrial Verses berusaha untuk menangkap potret bermasyarakat di tengah perbedaan dan keberagaman.
Alireza Khatami adalah pembuat film Iran-Amerika yang tinggal di Kanada, dan telah menang di sejumlah penghargaan. Film panjang pertamanya, Oblivion Verses, dikembangkan di Cinéfondation Residency di Festival de Cannes, ditayangkan perdana di Festival Film Venesia, dan memenangkan tiga penghargaan. Penghargaan tersebut termasuk Orizzonti Award untuk Skenario Terbaik dan FIPRESCI Prize. Alireza juga ikut menulis Until Tomorrow, yang ditayangkan perdana di Festival Film Berlinale.
Ali Asgari adalah tokoh perfilman Iran terkemuka yang sudah lebih dari 200 memenangkan penghargaan atas namanya. Dua film pendeknya, More Than Two Hours (2013) dan The Silence (2016), dinominasikan untuk Palme d'Or di Festival de Cannes. Film debutnya, Disappearance, dikembangkan di Cinéfondation Residency di Festival de Cannes dan ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Venesia pada tahun 2017. Until Tomorrow, film fitur keduanya, tayang di Berlinale pada 2022.