Gelombang panas ekstrem dan kebakaran melanda Tambora, salah satu kawasan paling padat di Jakarta. Setelah bertahun-tahun pergi, Uus kembali dan tinggal bersama kakaknya, Surya, seorang teknisi AC. Kondisi tempat tinggal yang sempit dan ancaman kebakaran yang terus menghantui membuat Uus ingin pindah ke Jepang demi kehidupan yang lebih baik. Ia pun mengajak Surya untuk ikut bersamanya.
Uus mengikuti keseharian Surya bekerja sembari terus membujuknya untuk meninggalkan rumah mereka. Namun, ketika Agoy, teman lama mereka, kehilangan tempat tinggal, Surya memilih untuk menampungnya. Kehadiran Agoy membuat Uus tidak nyaman dan memaksanya mempertanyakan pandangannya terhadap orang-orang yang memilih bertahan di tempat yang perlahan runtuh, sekaligus memahami kembali arti kenyamanan baginya.
Rayhan adalah seorang sutradara film asal Indonesia yang berbasis di Jakarta dan pendiri rumah produksi Poolside Studios. Film pendeknya, Film untuk Babeh (2022), telah diputar di berbagai festival film internasional, termasuk Toronto Reel Asian 2022 dan Show Me Shorts 2023 New Zealand.
Saat ini, Rayhan bekerja secara independen sebagai fotografer dan sutradara komersil. Sebagai seorang seniman, ia mengeksplorasi tema-tema nostalgia, keturunan, dan hubungan antar generasi. Menyampaikan cerita-cerita personal yang kritis terhadap isu-isu lokal dan global.