Surisniyati Mulyandari, atau Pia, dan suaminya Adul adalah mantan pasien ODGJ yang kini hidup sebagai pasangan di panti rehabilitasi Yayasan Galuh di Bekasi. Mereka menjalani hari dengan perjuangan, harapan, dan cinta, meski masih harus menghadapi stigma dan stereotip masyarakat. Pia telah menerima takdirnya sebagai mantan pasien ODGJ. Kini, bersama suaminya, ia berjuang meraih kehidupan yang lebih baik di tengah stigma dan stereotip buruk yang masih melekat di masyarakat.
Rifqi Asha Prawira (Cimahi, 2002) adalah mahasiswa Film dan Televisi Universitas Pendidikan Indonesia. Ia memulai debutnya sebagai sutradara sekaligus editor dalam film Romansa Di Balik Pagar Akal. Saat ini, Asha aktif dalam pendistribusian film pendek serta riset untuk film dokumenter berikutnya. Ia juga menekuni penyelenggaraan festival film di Indonesia, pernah menjabat sebagai Parallel Public Program Director dan Person in Charge Open Air Cinema di Bandung International Student Film Festival (BISFF) 2023. Selain itu, Asha berperan sebagai kurator, moderator, dan konseptor program dalam Apresiasi Film Jawa Barat (AFJB) melalui komunitas Forum Film Jawa Barat (FFJB).