Dara (13) tinggal bersama neneknya (75) yang sudah renta dan kehilangan sebagian pendengaran, serta pamannya Aman (35). Tubuhnya mulai berubah, payudaranya tumbuh perlahan, menimbulkan rasa canggung yang membuatnya berusaha menyembunyikan perubahan tubuhnya dengan korset tradisional. Ejekan teman-teman laki-laki yang terus mengusik membuat Dara merasa tertekan dan tidak nyaman. Dengan tekad untuk memahami femininitasnya, Dara membeli bra pertamanya dan memulai perjalanan penemuan jati dirinya sebagai remaja perempuan.
Reni Apriliana adalah seorang pembuat film. Lulus dari program studi Televisi dan Film Institut Seni Indonesia Surakarta. Mulai memproduksi film pendek pada tahun 2019; karya fiksi pendeknya 'Telur Setengah Matang' menjadi nominasi di kompetisi Vidsee Jury Award 2021. Tahun 2021 memproduksi film pendek 'Rasa(h)' masuk 10 besar Kompetisi Produksi Layar Indonesiana. Pada tahun 2023 menyutradarai film fiksi pendek 'Payung Dara' dan dokumenter 'Ludruk Dahulu, Kini, dan Nanti' berhasil mendapatkan nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia kategori film fiksi dan dokumenter pendek terbaik. Kini bergiat bersama Yayasan Kembang Gula untuk turut serta merawat ekosistem film di Solo.