Akmal dan tiga sahabatnya berkeliling Singkawang dengan kostum barongsai dari kardus, mencari seseorang yang bisa mengajari mereka bermain barongsai. Di tengah pertengkaran dan rasa putus asa, mereka bertemu seorang guru di sebuah kelenteng tua. Dari sang guru, mereka belajar tentang persahabatan dan kerja sama. Mereka pun tampil di sebuah festival, bukan untuk mengejar kemenangan, melainkan untuk menyatukan hati.