Membangun Jembatan Empati Sinema Bersama Penikmatnya

Talk dengan tajuk Membangun Hubungan Langgeng dengan Audiens diselenggarakan sebagai salah satu program di bawah JFW Net – Industry Program di Jakarta Film Week 2024.

Acara ini diisi oleh Tika Primandari (Publisher Partnership Lead TikTok Indonesia), Futih Aljihadi (Founder & CEO of Rhaya Flicks) dan Dian Lasvita (VP of Original Production Vidio) serta dimoderatori oleh Rivki Morais (Chief Marketing & Distribution Officer of MD Picture). Selama sesi yang berjalan santai dan insightful ini membahas secara mendalam apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah karya film dapat terus melekat pada audiens.

Menurut Dian, keberagaman genre yang disuguhkan oleh paltform Over the Top (OTT) seperti Vidio menjadi salah satu siasat mereka untuk lebih banyak menjangkau audiens dari beragam kalangan. Hal ini bisa dilihat dari banyak pilihan sinema ataupun series yang ada dalam katalog Vidio mulai dari yang genre reiligi, adultery invadility, horror, hingga thriller, di mana setiap audiens dapat memilih sendiri mana kiranya sinema yang paling “dekat” mereka. 

Kedekatan sebuah karya sinema dengan audiens ini juga didukung oleh pernyataan dari Futih, yang menyampaikan bahwa hubungan sinema dengan audiens adalah hubungan paling intim. Sehingga hal yang paling perlu diperhatikan agar sebuah karya sinema tidak hanya dapat diterima oleh mereka, tetapi juga melekat adalah dengan menyampaikan story yang terkandung dalam sebuah sinema

Futih menambahkan, “kemelekatan antara sinema dengan audiens bukan dari segi daya tawar saja tetapi juga bagiamana kita bisa “menyasar” emosi dan perasaan audiens dengan sebuah karya sinema.”

Tak berhenti sampai di situ, membangun jembatan empati ini juga diperlukan dalam beragam medium, salah satunya adalah Ti kTok. Selaku Publisher Partnership Lead TikTok Indonesia, Tika menyampaikan bahwa tidak ada rumusan pasti agar suatu konten dapat viral atau fyp (for your page). Maka dari itu diperlukan konten marketing yang dieksekusi dengan apik, tepat, dan menyasar emosi audiens agar bisa menemukan benchmark atau andalan untuk menemukan ceruk audiens. 

Namun begitu, TikTok menyediakan platform TikTok Entertainment Hub yang khusus untuk memperkuat ceruk pasar sinema lokal dan internasional. Harapannya dengan adanya platform tersebut, para kreator industri ini dapat semakin gigih untuk membuat konten yang dekat dan relatable dengan audiens

Sebelum menutup Program Talk hari pertama, sesi Q&A hadir sebagai wadah diskusi bagi peserta dengan pembicara. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana mereka menyikapi ulasan negatif terhadap suatu karya sinema sedang mereka pasarkan. Futih mengakui bahwa ulasan negatif memang tidak dapat dihindari, tetapi bukan berarti tidak bisa menjadi kesempatan untuk rumah produksi ataupun tim marketing memaksimalkan cara mereka mengomunikasikan sebuah sinema kepada audiens.


Intinya relevansi sebuah karya sinema secara tidak langsung menunjukkan kebutuhan audiens terhadap apa yang ditawarkan oleh karya sinema, seperti halnya kebutuhan audiens terhadap barang. Lagi-lagi kedekatan story, pengalaman menonton yang baru dan belum pernah mereka alami menjadi kunci untuk dapat menyentuh hati, emosi, dan perasaan mereka guna membangun jembatan empati antara karya sinema dengan penikmatnya. 

Nabila Dwiputri | Nanda Hadiyanti

Related Article
Mengenal Sineas Muda Indonesia Lewat MTN Showcase di Jakarta Film Week

article

Mengenal Sineas Muda Indonesia Lewat MTN Showcase di Jakarta Film Week
Read Now
Dopamin, Kisah Tentang Cinta di Dunia yang Semakin Gila

article

Dopamin, Kisah Tentang Cinta di Dunia yang Semakin Gila
Read Now
Merawat Ekosistem, Menumbuhkan Jejaring: Talents Hub dan Lanskap Pembuat Film Muda Asia Tenggara

article

Merawat Ekosistem, Menumbuhkan Jejaring: Talents Hub dan Lanskap Pembuat Film Muda Asia Tenggara
Read Now