GLOBAL SHORT OFFICIAL SELECTIONS: Manusia dan Perjalanan Tanpa Henti dalam Pencarian Makna Hidup

Jakarta, 23 Oktober 2026 — Sebanyak 19 film dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Belanda, Hong Kong, Jepang, hingga Jerman mengantarkan penonton menuju pengalaman menonton yang merepresentasikan dunia penuh gejolak. Ketakutan, kebahagiaan, pencarian jati diri rasanya tak pernah lepas dari kehidupan manusia terlepas dari negara mana mereka berasal.

Di hari pertama (22/10), Global Short Official Selections 1 menayangkan Anna’s Freezer (Belanda, 2025), As It Should Be (Hong Kong, 2026), Linda, Linda! (Luxembourg, 2025), Mother and Ulysses (Inggris, 2025), My Plastic Mother (Indonesia, 2025), That’s My Sister (Kanada, 2026), dan Upon Sunrise (Serbia; Spanyol; Slovenia; Kroasia, 2025). Selain penayangan film pendek, Jakarta Film Week 2026 juga mengundang sutradara ‘My Plastic Mother’ Amar Haikal untuk berbagi pengalamannya seputar lika-liku mencari distributor serta perjalanan dibalik keikutsertaannya dalam berbagai festival film yang masuk kualifikasi shortlist Academy Awards. Dengan topik yang erat kaitannya dengan kapitalisme, Amar Haikal merasa bahwa film yang digarapnya ini patut untuk disaksikan khalayak umum. Untuk mencapai hal itu, tentu Amar Haikal berupaya mencari distributor agar ‘My Plastic Mother’ bisa menjangkau lebih banyak audiens.

“Kami cari cara supaya film ini bisa tayang secara umum meskipun sumber daya manusianya cukup terbatas. Film ini banyak berbicara tentang konsumerisme sehingga ceritanya juga bisa disampaikan untuk masyarakat luas. Setelah keliling sana-sini, akhirnya kami menemukan distributor film yang tepat (Mailuki Films).”

Program Global Short Official Selections 2 dan 3 lanjut pada keesokan harinya (23/10) dengan penayangan 12 film pendek yang bergumul dengan kekhawatiran sebagai outsider dan berhadapan dengan realita yang tak dapat diprediksi, diantaranya Baby Fat (Filipina; Amerika Serikat, 2025), Cold Calling (Myanmar, 2025), Daughter (Malaysia, 2025), Pile On (Tiongkok, 2025), Sudah (Belanda, 2025), Typhoon Mambo (Swiss; Perancis; Tailan, 2026), Baby Majeur (Belanda, 2026), The 4PLY Clandestine System (Singapura, 2025), These Voices Are Real (Iran, 2026), Thirteen Cats (Spanyol, 2025), Unknown (Jepang, 2026), dan “Vaterland” Or A Bule Named Yanto (Jerman; Indonesia, 2026). Di hari itu, Teater Asrul Sani Taman Ismail Marzuki disambut kehadiran sutradara Margarita Mina (Baby Fat), Hui Yin (Daughter), Natalie Sin (The 4PLY Clandestine System), dan koproduser Annisa Adjam (“Vaterland” Or A Bule Named Yanto). 

Mengisahkan ibu asal Indonesia yang mencari peruntungan sebagai Asisten Rumah Tangga di Malaysia, sutradara Hui Yin ingin menunjukkan adanya hubungan paralel antara kedua ibu yang hadir di film itu—ibu yang secara lokasi berjauhan tetapi rutin berkomunikasi dengan ibu & anak yang tinggal bersama tetapi tak dekat secara emosional. Menghubungkan dua budaya berbeda, tentu ada tantangan tersendiri bagi Hui Yin, tetapi dalam menghadapinya, ada satu tips sederhana yang ia sampaikan, yaitu “Do it scared!” — dalam arti lain, hadapilah rasa takut itu dan tetap lanjutkan apa yang ingin kamu raih.

Bagaimana jika sebenarnya tidak ada dunia yang benar-benar menjadi ‘rumah’ untukmu? Pertanyaan ini rasanya sangat merangkum apa yang dirasakan Yanto, pria keturunan Indonesia – Jerman dalam “Vaterland” Or A Bule Named Yanto dan Maryanne, penjual tisu keliling di film ‘The 4PLY Clandestine System’. Sepintas, kedua film jelas berbeda, tetapi rasa ‘terisolasi’ itu nampak terasa, baik sosok Yanto yang kerap dilihat berbeda baik di Jerman—negara tempat ia dibesarkan—maupun di Indonesia, serta Maryanne, representasi penjual tisu keliling yang kerap dianggap setara dengan pengemis bagi sebagian orang Singapura.

“Baik hubungan antarmanusia serta benda-benda yang mengelilinginya tidak serta merta bisa menyimpulkan identitas seseorang. Manusia itu sejatinya merupakan makhluk yang sangat kompleks,” ungkap Natalie Sin.

Dari serangkaian perasaan dan ekspresi yang ada pada manusia, film-film pendek di Global Short Official Selections menyatukan pesan mengenai pencarian makna hidup yang merupakan proses seumur hidup serta bagaimana manusia bergumul dengan segala dinamika yang terkadang tak pernah kita duga.

Writer: Khoirulia Ferdiani (Ulif)

Related Article
LAYAR INDONESIANA: Tanah Air dan Serangkaian Tantangan dan Rasa yang Dihadapi

article

LAYAR INDONESIANA: Tanah Air dan Serangkaian Tantangan dan Rasa yang Dihadapi
Read Now
Delapan Film, Delapan Cerita Tentang Kota Jakarta Lewat Jakarta Film Fund 2026 dan JFF For Student

article

Delapan Film, Delapan Cerita Tentang Kota Jakarta Lewat Jakarta Film Fund 2026 dan JFF For Student
Read Now
Delapan Film, Delapan Cerita Tentang Kota Jakarta Lewat Jakarta Film Fund 2026 dan JFF For Student

article

Delapan Film, Delapan Cerita Tentang Kota Jakarta Lewat Jakarta Film Fund 2026 dan JFF For Student
Read Now