Belajar Meramu Perwatakan dan Skenario dalam Film Bersama Screenwriter Jérémie Dubois

Jakarta, 22 Oktober 2026 — Dipandu Ifan Ismail sebagai Moderator, Jakarta Film Week 2026 mengundang penulis skenario asal Perancis, Jérémie Dubois, untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mendalam seputar dinamika menggarap perwatakan dan skenario suatu film. Semua peserta antusias belajar langsung bersama Dubois di Masterclass Scriptwriting bertajuk Masterclass Scriptwriting: (Never) Too Many Ideas: Breaking Down the Screenwriting with Jérémie Dubois, yang diselenggarakan di Mercure Jakarta Cikini tersebut.

Sebagai penulis naskah yang sudah malang melintang di industri perfilman dan bekerjasama dengan sineas dari berbagai latar belakang budaya, Dubois mengungkapkan satu hal, “Bertanyalah seperti anak kecil.” Dibanding menggarap skenario dari sudut pandang orang asing, galilah informasi sebanyak mungkin dari rekan kerja yang budayanya akan diangkat dalam sebuah karya. Menurutnya, pesan yang disampaikan akan terasa lebih apa adanya dan bergema di hati audiens. Dubois juga menambahkan apabila penulis ingin menghasilkan kisah yang menarik, maka buatlah cerita yang berkaitan dengan budaya kita. Selain itu, bertukar pikiran dengan rekan dari beragam budaya juga akan memperkaya pemahaman penulis mengenai dunia. 

“Jadilah autentik, tak ragu dalam berbagi pengetahuan dan perspektif. Semakin luas pengetahuan yang Anda dapatkan, begitu seseorang membagikan ceritanya kepada Anda,  Anda bisa terkoneksi dengan cerita tersebut. Jujur (terhadap perasaan sendiri) dan nanti ide menulis akan datang.”

Terhubung dengan proses penyusunan skenario, perwatakan karakter film adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Bagi Dubois, eksistensi karakter itu merepresentasikan tujuan seorang manusia dalam menjalani hidup. Ia menyebutkan perwatakan film ‘THE SITE’ yang berpusat pada karakter pengangguran yang rela melakukan apapun demi mendapatkan pekerjaan stabil. Dalam karakter tersebut, ada konflik batin yang kerap terjadi dan melengkapi karakter menjadi sosok yang utuh.

“Karakter itu menyimpan banyak hal—banyak lapisan yang membuat karakter tersebut ada. Saat memikirkan suatu karakter, yang terlintas di benakku adalah, apa yang terjadi pada karakter ini?”

Pada sesi Q&A bersama peserta, suasana aktif saling terjalin melalui pertukaran informasi yang komprehensif. Salah satu peserta mengutarakan keresahannya mengenai lingkungan kerja tim yang tidak kondusif dan rendahnya rasa percaya satu sama lain. Dubois mengakui bahwa hal ini juga pernah terjadi selama ia berkarir. Salah satu produser yang memiliki ide cemerlang mengenai kepenulisan justru mengundurkan diri karena satu dan lain hal. Menyikapi situasi tersebut, Dubois menekankan pentingnya menerima umpan balik dan saling berdiskusi antaranggota karena bagaimanapun juga, tim tersebut akan bekerja dengan Anda selama beberapa tahun kedepan. 

“Harus percaya satu sama lain, itu kuncinya. Jujur mengenai apa yang Anda rasakan, jadilah lebih terbuka (secara komunikasi) supaya rasa percaya bisa terjalin. Begitu rasa percaya Anda hilang, mungkin Anda harus mempertimbangkan lagi apakah tetap ingin menggarap project itu atau tidak.”

Masterclass Scriptwriting ditutup dengan interaksi tanya jawab yang begitu padat oleh banyaknya pertanyaan menarik yang dilontarkan. Selain mendapat banyak pengetahuan seputar meramu perwatakan dan skenario, peserta juga belajar bagaimana menghadapi serangkaian rintangan selama proses produksi film.

Writer: Khoirulia Ferdiani (Ulif)

Artikel Terkait