family, friendship, urban, debt, social commentary
Agus baru saja kehilangan pekerjaan, tetapi pura-pura masih berangkat kerja demi menjaga perasaan istrinya yang sedang hamil. Alih-alih ke pabrik, ia berkeliling mencari cara bertahan hidup, dari melamar pekerjaan hingga gali lubang tutup lubang lewat pinjaman online. Saat Rijal, teman lamanya yang gemar berjudi dan bertindak ngawur, kembali muncul, Agus ikut mencoba peruntungan lewat togel dengan bantuan “buku sakti” yang konon berisi angka jitu. Bukannya kaya, hidup Agus malah makin kacau: dikejar penagih utang hingga bertemu Om Jhon, hantu nyeleneh yang mengaku jago meramal angka hoki. Demi satu angka yang bisa mengubah hidupnya, Agus terjebak dalam petualangan yang kocak dan serba salah.
Yogi S. Calam adalah filmmaker asal Indonesia yang berbasis di Jakarta, dengan pengalaman sebagai sutradara, produser, dan asisten sutradara. Ia memulai karier sebagai first assistant director pada 2009 dan terlibat dalam film seperti Jakarta Undercover dan waralaba Yowis Ben. Sebagai produser, ia menggarap film horor Qorin dan Seni Memahami Kekasih. Karya penyutradaraannya antara lain film pendek Udin’s Inferno, yang diputar di JAFF, Balinale, dan Piala Maya. Ia kemudian menyutradarai film panjang bersama Hanung Bramantyo, termasuk Ipar Adalah Maut. Debutnya sebagai sutradara film panjang tunggal adalah Ketok Mejik dan Togel adalah film kedua yang akan tayang segera di bioskop.