Suzanna adalah nama yang tak asing di Indonesia, khususnya bagi para penggemar film horor era 80 hingga 90-an. Dokumenter berjudul Suzzanna: The Queen of Black Magic, yang ditayangkan pada hari ke-4 Jakarta Film Week 2024, mengupas sisi kehidupan Suzzanna di industri perfilman Indonesia dan secara pribadi.
Ekky Imanjaya, produser Suzzanna: The Queen of Black Magic, mengakui bahwa membuat dokumenter ini bukan hal mudah. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menemukan arsip lama tentang Suzzanna yang sering kali tidak lengkap atau terkendala hak cipta.
Dokumenter ini berawal dari ketertarikan sutradara David Gregory akan ketenaran Suzzanna di Indonesia. Ekky menjelaskan bahwa David ingin agar nama Suzzanna juga dikenal di kancah internasional.
Dalam proses riset untuk dokumenter ini, ada dua hal utama yang dilakukan Ekky bersama David. Pertama, riset dilakukan bersamaan dengan produksi. Mulai dari menyusun daftar pertanyaan untuk narasumber hingga menentukan siapa saja yang akan diwawancarai, seperti make-up artist Suzzanna hingga penggemar muda film-filmnya.
Kedua, Ekky berupaya mencari film-film Suzzanna yang telah direstorasi untuk menjaga kualitas dokumenter. Beberapa footage dari film-film ini digunakan sebagai selingan di antara wawancara, menambah nilai historis dan visual pada dokumenter.
Meskipun dokumenter ini telah dipasarkan dalam bentuk boxset DVD di luar negeri, Ekky merasa bangga karena Jakarta Film Week 2024 menjadi festival pertama di Indonesia yang menayangkan Suzzanna: The Queen of Black Magic. Bagi Ekky, Suzzanna sudah menjadi ikon horor Indonesia yang lekat di hati banyak orang, dari generasi ke generasi.
Salah satu ikon yang menonjol bagi Ekky adalah tatapan Suzzanna yang tak hanya seram tetapi juga melankolis. Dalam sesi tanya jawab di studio Audi 7 CGV Grand Indonesia, ia merekomendasikan dua film Suzzanna favoritnya, Sundel Bolong dan Santet, kepada para penonton.
Ekky berharap agar dokumenter Suzzanna: The Queen of Black Magic bisa ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia, mengingat antusiasme penonton luar negeri yang begitu tinggi. Ia juga membuka peluang untuk bekerja sama dengan platform OTT agar dokumenter ini dapat diakses lebih luas.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikuti media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!
Nabila Dwiputri | Nanda Hadiyanti