Kolaborasi dengan Alternativa Film Project: Sebuah Awal Menuju Industri Film Independen ke Dunia Internasional

Salah satu program yang tak kalah menarik dari rangkaian program yang ada di Jakarta Film Week 2024 adalah kolaborasi antara Jakarta Film Week dengan Alternativa Film Project, di mana empat film yang ditayangkan merupakan hasil kurasi antara keduanya. Mulai dari Sun of The Son, Bride Stone, One Night in Chinatown sampai Rabu yang Bahagia semua ditayangkan di Teater Sjuman Djaya, Taman Ismail Marzuki. 

Alternativa FIlm Project sendiri adalah sebuah non-profit inisiatif berskala internasional yang mendukung dan mempromosikan para pelaku di industri per-filman. Mereka juga memiliki festival yang dinamai Alternativa Film Awards sebagai wadah untuk mengapresiasi karya sinema yang tersebar di seluruh dunia utamanya pada negara-negara yang masih berkembang dalam konteks ekosistem per-filmnya. Festival ini bersifat nomaden, yang artinya wilayah diselenggarakannya festival berganti setiap tahun. Tahun ini Alternativa Film Award bertempat di Asia Tenggara dan akan diadakan di Yogyakarta, Indonesia tanggal 22-29 November 2024 mendatang. 

Andjelka Jankovic selaku Head of Marketing and Communication dari Alternativa Film Porject dan Chandra Aditya selaku Director dari film pendek Rabu yang Bahagia, yang merupakan film dari Jakarta Film Fund 2023, diundang untuk berbincang santai mengenai kesan mereka terhadap program kolaborasi antara Jakarta Film Week 2024 dengan Alternativa Film Project. 

Terinsipirasi dari tumbuhnya Jakarta Film Week dari tahun ke tahun Andjelka mengakui bahwa Jakarta Film Week membaca impact bagi dirinya dan tim untuk dapat membuat festival yang terbuka bagi lebih banyak orang. Mulai dari merayakan bersama ragam film hasil talenta muda yang tersebar di seluruh dunia dan ruang-ruang diskusi yang inklusif. 

We want to support filmmakers and to impact the world with their movies,” ungkap Andjelka.

Sementara itu Chandra Aditya, membagikan pengalamannya sebagai peserta terpilih di Jakarta Film Fund. Ia mengatakan bahwa keinginannya untuk mendaftarkan karyanya di Jakarta Film Fund muncul di hari terakhir pendaftaran. Setelah terpilih di Jakarta Film Fund pun ia merasa ada banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya seperti saat ini, di mana filmnya terpilih menjadi salah satu film yang diputar di dalam program kolaborasi Jakarta Film Week dengan Alternativa Film Project. Ia mengakui bahwa program kolaborasi ini membuka peluang bagi banyak pembuat film untuk mendistribusikan karya mereka ke pasar internasional.

“Bagi filmmakers independen, kesempatan untuk dapat mendistribusikan filmmu sendiri internationally itu langka, malah menjadi privilese ketika film karyamu bisa dilihat banyak orang apalagi dengan (ditayangkan) Jakarta Film Week,” tambah Chandra. 

Andjelka juga berharap dengan hadirnya banyak festival, utamanya seperti program kolaborasi Jakarta Film Week bisa membawa dampak yang lebih besar untuk mepromosikan karya filmmakers yang valuable itu ke dunia internasional. 

Ucapan semangat juga disampaikan oleh Chandra untuk para insan muda filmmakers yang masih berusaha untuk dapat mendistribusikannya ke pasar internasional, Chandra mengatakan

The only way to “penetrate” the (film) industry is to make a film, don’t think about the hard way,” tutup Chandra. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi www.jakartafilmweek.com dan ikuti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!

Nabila Dwiputri | Nanda Hadiyanti

Artikel Terkait