Mysticism: Local Taste, Global Flavors – Road to Jakarta Film Week X MIP Award

Jakarta Film Week terus memperluas pengaruhnya sebagai festival film yang menjadi jembatan penting bagi sineas lokal dan internasional. Salah satu program terbaru yang menarik perhatian banyak kalangan adalah kolaborasi antara Road to Jakarta Film Week dan MIP Award dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Kegiatan ini bertajuk Mysticism: Local Taste, Global Flavors, sebuah diskusi dan pemutaran film yang membahas bagaimana elemen mistisme lokal dapat dipahami dan diapresiasi oleh audiens global.

Acara yang berlangsung pada 4 Oktober 2024 di Lecture Hall, UMN ini menampilkan beberapa tokoh penting di industri film sebagai narasumber. Di antaranya Annisa Adjam, produser film Sawo Matang, Rifki Rifaldi, sutradara film Suatu Hari Di Tempat Pemancingan, Reza Fahriyansah, sutradara film Kembalilah Dengan Tenang, dan Novi Hanabi, produser serta Program Manager Jakarta Film Week. Para pembicara ini hadir untuk berbagi pengalaman mereka mengenai bagaimana mitos dan cerita-cerita lokal di Indonesia mampu dibawa ke ranah internasional dengan tetap mempertahankan esensi budaya yang kuat. Tak ketinggalan Kristo Immanuel selaku Festival Ambassador Jakarta Film Week 2024 ikut hadir di acara ini.

Pemutaran film menjadi bagian sentral dari acara ini, dengan beberapa karya yang disajikan, termasuk Sawo Matang, Kembalilah Dengan Tenang, Unexpected Passenger dari Taiwan, dan Suatu Hari Di Tempat Pemancingan. Film-film ini memperlihatkan bagaimana cerita-cerita lokal dengan latar budaya yang kental dapat beresonansi dengan penonton di luar negeri.

Dari Cerita Lokal ke Panggung Global

Tema mistisme dalam film sering kali dianggap terlalu spesifik atau lokal, terutama ketika mengangkat budaya Indonesia yang kaya akan cerita rakyat dan tradisi spiritual. Namun, program ini membuktikan bahwa tema seperti ini memiliki daya tarik tersendiri di kancah global. Melalui film-film seperti Sawo Matang yang berhasil tayang di Toronto International Film Festival (TIFF) dan Singapore International Film Festival (SGIFF), kita melihat bagaimana tema-tema lokal dapat dikemas dengan baik untuk dinikmati oleh audiens internasional.

Rifki Rifaldi, dalam diskusi, juga mengungkapkan betapa pentingnya proses inkubasi yang didukung oleh Jakarta Film Fund dalam pembuatan film pendeknya, Suatu Hari Di Tempat Pemancingan. Film ini mengangkat mitos lokal dan dileburkan dengan narasi universal, yaitu angan-angan kemakmuran dan kebahagiaan. Hal ini membuktikan bahwa kearifan lokal, bila dikemas dengan cerdas, dapat bersaing di festival internasional.

Novi Hanabi, selaku Program Manager Jakarta Film Week, menambahkan bahwa relevansi cerita lokal adalah salah satu aspek yang sangat dicari oleh festival film internasional. Melalui Jakarta Film Week, pihaknya juga terus mencari karya-karya yang mampu mengangkat isu lokal dengan daya tarik global, termasuk cerita-cerita yang memuat unsur mistisme atau tradisi setempat.

Kolaborasi yang Memperluas Peluang Sineas

Acara ini juga mempertegas komitmen Jakarta Film Week untuk terus mendorong sineas Indonesia agar berani mengeksplorasi dan mempersembahkan karya-karya yang unik kepada dunia. Road to Jakarta Film Week X MIP Award tidak hanya menjadi ruang bagi sineas untuk memamerkan karya mereka, tetapi juga wadah diskusi yang memperkaya wawasan tentang tantangan dan peluang dalam membawa cerita lokal ke kancah global.

Dengan adanya kolaborasi ini, Jakarta Film Week berharap bisa terus memperluas jangkauan karya-karya lokal ke berbagai negara, memperlihatkan bahwa film Indonesia tidak hanya layak untuk dilihat, tetapi juga layak untuk diperdebatkan dan diapresiasi dalam lingkup internasional.

Bagi para sineas yang ingin mengeksplorasi cerita-cerita lokal dengan cita rasa global, acara ini adalah salah satu momen penting untuk belajar dari para profesional dan memperluas jaringan di industri perfilman.

Dengan format diskusi yang interaktif dan pemutaran film yang inspiratif, Mysticism: Local Taste, Global Flavors berhasil mengajak penonton dan pembuat film untuk lebih memahami dan menghargai kearifan lokal yang bisa dibawa ke panggung dunia. Acara ini menjadi bagian penting dari rangkaian Road to Jakarta Film Week yang terus mendukung kemajuan industri film Indonesia di kancah internasional.

Artikel Terkait