Vania On Lima Street, dari Ide Sederhana Hingga Trauma 1998

Vania On Lima Street

Vania On Lima Street pada Global Short Competition 2 di Jakarta Film Week 2023. Bercerita tentang seorang anak bernama Vania yang menyelamatkan seorang pencuri dari kejaran massa. Vania membiarkan pencuri tersebut bersembunyi di toko milik neneknya, dan ia juga menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuh si pencuri.

Tentang film Vania On Lima Street

Vania On Lima Street merupakan film yang diproduksi oleh Limaenam Films serta mendapat dukungan dana produksi dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional subsektor film dari Kementerian Keuangan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Film ini mengambil latar tahun 2022 dengan proses syuting di Yogyakarta. 

Film ini merupakan Film Pendek Terbaik yang mendapat penghargaan Silver Screen Awards pada Singapore International Film Festival tahun 2022. Film ini juga ditayangkan di Busan International Film Festival tahun 2023. Film yang disutradarai oleh Bayu Prihantoro Filemon memiliki daya tarik terutama pada  penguatan karakter utama, Vania, yang diperankan oleh Alexa.

Sepanjang cerita Vania menunjukkan bagaimana dia sebagai seorang anak kecil memiliki karakter yang halus sekaligus kuat. Bayu selaku sutradara sendiri mengatakan bahwa casting director film ini langsung merasa cocok ketika Alexa menjalani casting untuk karakter Vania. Sehingga mendukung penyampaian cerita dan bagian pentingnya mengenai sejarah kelam negara di tahun 1998.  

Isu di balik film karya Bayu Prihantoro Filemon

Pada sesi tanya jawab, salah satu penonton menanyakan tentang isu yang diangkat dalam film ini. Tragedi 1998 yang sangat membekas bagi banyak orang. Bayu Prihantoro merespon langsung pertanyaan tersebut dan menyatakan bahwa ia sebenarnya bukan sutradara berbasis isu. Pemilihan background cerita lebih didasarkan pada trauma yang masih tersisa dari apa yang terjadi pada tragedi 1998.

Pada awalnya cerita Vania tidak ada kaitanya dengan tragedi 1998. Bayu menyampaikan, “Inspirasi didapatkan dari sebuah peristiwa sederhana, di mana seorang teman meminta saya mematikan lampu di lantai bawah rumahnya. Kalimat itu kemudian terngiang-ngiang di kepala saya dan saya pikir itu bagus untuk dijadikan film. Hingga di tahun 2021 ada program pemulihan ekonomi nasional dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Ekonomi Kreatif, disitulah saya coba apply (ide cerita).”

Itulah Vania On Lima Street pada Global Short Competition 2, salah satu film yang menjadi pembicaraan di berbagai festival maupun di media sosial. Selain Vania On Lima Street, ada beberapa film pendek lainnya pada kompilasi ini diantaranya Bergie, Further and Further Away, A Day That Year, dan File.  

Sri Kisarah Husna | Nanda Hadiyanti

Artikel Terkait