Ranah 3 Warna

Country
Indonesia
Production Year
2019
Running Time
125 Menit
Genre
Drama

Sinopsis

Alif baru saja lulus dari Pondok Madani. Dia bahkan bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Mimpinya? Sangat tinggi. Dia ingin belajar di Institut Teknologi Bandung seperti Habibie, lalu merantau ke Amerika Serikat. Dengan semangat yang menggelegak, ia pulang ke Maninjau dan tak sabar untuk segera kuliah. Namun, sahabatnya, Randai, sempat ragu Alif bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi (UMPTN). Kemudian, dia menyadari bahwa dia tidak memiliki satu hal penting, yaitu Sertifikat Sekolah Menengah Atas. Bagaimana mungkin mengejar semua tujuan tinggi ini tanpa sertifikat? Terinspirasi oleh semangat tim dinamit Denmark, ia mendobrak rintangan kerasnya. Ia mendapatkan sertifikat dan lulus ujian, tapi tidak di ITB, ‘hanya’ di Unpad. Yang terpenting baginya adalah belajar di perguruan tinggi. Ternyata Alif yang tinggal bersama Randai (yang lulus di ITB) mengalami kendala lain. Dia hampir putus asa karena kematian ayahnya. Ibunya menggantikan ayahnya untuk menyemangatinya. Membaca tulisan Alif yang dimuat di majalah kampus merupakan kebanggaan ayahnya karena tulisannya sangat bagus. Alif kembali dan mencoba hidup, mengencangkan ikat pinggang. Dia lelah dan mulai bertanya-tanya: “Berapa lama saya harus bersabar dengan semua masalah hidup ini?” Dia hampir menyerah. Rupanya, mantra “man jadda wa jada” (siapa yang memberikan segalanya pasti akan berhasil) artinya mereka yang bersungguh-sungguh akan berhasil tidak cukup kuat untuk memenangkan kehidupan. Alif mengingat mantra kedua yang diajarkan di Pondok Madani: ‘man shabara zhafira’ (siapa yang sabar akan beruntung), artinya siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua istilah tersebut, ia siap menghadapi setiap ‘badai’ dalam hidupnya. Termasuk badai di hatinya, menimpa Raisa, gadis yang juga dekat dengan Randai. Kesempatan sudah di depan mata, ketika dia akhirnya berangkat ke Kanada. Raisa bersamanya. Apalagi mereka pernah terjebak di Yordania dan mengalami situasi hidup dan mati dalam perang. Akankah Alif berhasil mewujudkan semua mimpinya?


Jadwal Tayang

Bioskop Date Time
CGV Grand Indonesia Kamis, November 18 2021 18:30 - Audi 1

Director

Guntur Soeharjanto
Guntur Soeharjanto adalah seorang sutradara berkebangsaan Indonesia. Namanya mulai dikenal luas saat film televisi (FTV) kelima arahannya, Juli di Bulan Juni, berhasil meraih sembilan penghargaan dalam Festival Film Indonesia 2005, termasuk kategori Sutradara Terbaik. Pada tahun berikutnya FTV besutannya yang lain, Sebatas Aku Mampu juga meraih penghargaan sebagai Film Terbaik di ajang FFI 2006.

Sebagai sutradara film layar lebar, Guntur juga menorehkan berbagai prestasi. Film 99 Cahaya di Langit Eropa, berada di peringkat ke-32 film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan 1.189.709 penonton. Filmnya yang lain, Cinlok, juga masuk dalam 100 film Indonesia terlaris sepanjang masa, berada di urutan ke-68 dengan 652.731 penonton.

Contact : emilka.chaidir@mncgroup.com

Rating Film: TBA