Community Speakers

Ruang bagi komunitas film untuk memperluas jaringan dan bertukar pengetahuan dengan para ahli demi pengembangan proyek film dan organisasi.

Film-film eksploitasi mengisi peran ekonomi yang spesifik dalam ekosistem perfilman. Atas kemampuannya menyita perhatian penonton, film-film seperti ini seringkali ditempatkan sebagai tumpuan industri. Bersama, Ekky Imanjaya dan Amer Bersaudara akan berbagi bagaimana film eksploitasi menjadi katalog terbaik dan juga yang paling sensual atas segala paranoia yang membentuk kemanusiaan kita. Jakarta Film Week 2022 mempersembahkan diskusi yang bertajuk:

“Darah, Air Mata, dan Kursi Bioskop Berdebu: Film Eksploitasi di Indonesia”

serta peluncuran buku karya Ekky Imanjaya yang berjudul:

“The Real Guilty Pleasures: Menimbangulang Sinema Eksploitasi Transnasional Orde Baru”

15 Oktober 2022
14.45 – 16.00 WIB
Teater Sjuman Djaya
Kineforum, Taman Ismail Marzuki

Ekky Imanjaya
Ekky Imanjaya adalah dosen tetap di Prodi Film, Universitas Bina Nusantara. Ekky menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Kajian Film di University of East Anglia di Norwich, Inggris. Studinya menghasilkan tesis berjudul The Cultural Traffic of Classic Indonesian Exploitation Cinema. Beberapa buku karyanya antara lain, Mujahid Film: Usmar Ismail (2021), dan 99 Film Madani (2022), bersama Hikmat Darmawan.
Azzam Fi Rullah (Amer Bersaudara)
Azzam Fi Rullah adalah sineas muda dan salah satu co-founder dari kolektif Kolong Sinema. Goyang Kubur Mandi Darah a.k.a. I Dance on Your Grave (2018) memenangkan penghargaan best short thriller di festival LA Underground Film Forum di Hollywood Boulevard, Los Angeles.
Deka (Amer Bersaudara)
Putra Merdeka a.k.a. Deka adalah komikus yang punya ketertarikan khusus pada film B. Komik horor-drama keluarga. Ia mulai mewujudkan mimpinya untuk membuat film horor sebagai salah satu dari Amer Bersaudara di film Kuntilanak Pecah Ketuban (2018) dan Rangsangan Gaib (2019).
Ifan Ismail (moderator)
Bermula sebagai pemotong bawang di Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) hingga menjadi penulis skenario untuk Extravaganza, Habibie & Ainun, dan Sultan Agung. Ia sempat mengikuti residensi ASEAN in Residence dan Kyoto Filmmakers Lab 2014. Sejak 2017, ia menjabat sebagai Koordinator Program kineforum, sebuah program dan ruang putar alternatif di bawah Komite Film Dewan Kesenian Jakarta. Ia juga menjabat sebagai Senior Development di Skriptura, divisi kreatif dan penulisan Visinema.