{"id":21283,"date":"2025-10-30T17:08:11","date_gmt":"2025-10-30T10:08:11","guid":{"rendered":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/?p=21283"},"modified":"2025-10-30T17:08:11","modified_gmt":"2025-10-30T10:08:11","slug":"hong-kong-film-gala-presentation-menyapa-penonton-indonesia-di-jakarta-film-week-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/press-release\/hong-kong-film-gala-presentation-menyapa-penonton-indonesia-di-jakarta-film-week-2025\/%20","title":{"rendered":"Hong Kong Film Gala Presentation: Menyapa Penonton Indonesia di Jakarta Film Week 2025"},"content":{"rendered":"<p><b>Jakarta, 24 Oktober 2025<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 Hong Kong kembali membawa semangat dan kreativitasnya ke layar Jakarta Film Week melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hong Kong Film Gala Presentation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebuah program yang menampilkan bakat-bakat terbaik perfilman Hong Kong kepada penonton lintas negara. Diselenggarakan oleh Asian Film Awards Academy (AFAA), program ini mempersembahkan karya-karya pilihan di berbagai kota seperti Singapura, Kuala Lumpur, Bali, Phnom Penh, Bangkok, Yogyakarta, dan Jakarta, merayakan keberagaman, imajinasi, serta energi sinema Hong Kong yang terus berevolusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun ini menjadi tahun kedua kolaborasi AFAA dengan Jakarta Film Week, dengan rangkaian film dan kegiatan yang semakin memperkuat jembatan antara talenta Hong Kong dan Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Empat film panjang hadir mewakili wajah baru sinema Hong Kong: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Another World<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2025) karya Tommy Kai Chung Ng, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Possession Street<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2024) karya Jack Lai, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Band Four<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2023) karya Mo Lai Yan Chi, serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stuntman<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2025) karya Herbert Leung dan Albert Leung. Selain itu, empat film pendek turut memperkaya program tahun ini: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sweet, Sour and Bitter\u2026<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2024) karya Frankie Lee Chak Hang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Once Upon a Time There Was a Mountain<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2024) karya To Chun Him, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bric-a-Brac <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2024) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sound of a Silence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2022) karya Yan Yan Mak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hadir pula para pembuat film yang berpartisipasi langsung dalam sesi diskusi dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Q&#038;A<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama penonton, termasuk Jack Lai (sutradara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Possession Street<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), Albert Leung (ko-sutradara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stuntman<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), Jason Delon (art director <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sweet, Sour and Bitter\u2026<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), dan Sam Chan (DoP <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Anatomy of a Call<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang berkompetisi dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Global Short Competition 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Selain berinteraksi melalui sesi media dan perbincangan pasca pemutaran, para pembuat film Hong Kong juga berpartisipasi dalam program-program tematik Jakarta Film Week, di antaranya Day Tai, yang menjadi pembicara dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Masterclass Scoring: Creating Music, Amplifying Feelings<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta (FFTV IKJ), serta Jack Lai, yang berbagi pengalaman dalam sesi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Program Talks: Directing as Discovery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Jude Cheung, Senior Manajer Program Hong Kong Film Gala Presentation, kolaborasi ini menjadi ruang pertemuan penting antara dua generasi sinema yang berbeda. \u201cIni kesempatan yang sangat baik untuk mempertemukan generasi baru pembuat film Hong Kong dengan penonton lokal di Jakarta,\u201d ujarnya, \u201ckarena mungkin mereka belum begitu akrab dengan era keemasan sinema Hong Kong di masa lalu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak kehadiran delegasi Hong Kong terjadi pada Hong Kong Gala Night yang digelar pada 23 Oktober, mempertemukan para sineas Hong Kong dengan pelaku film Indonesia, termasuk Duta Festival sekaligus nomine Piala Citra Claresta Taufan, produser Dewi Umaya, profesional pemasaran dari rumah produksi seperti MD Pictures dan Imajinari, serta sutradara dan produser seperti Adriyanto Dewo dan Perlita Desiani dari Relate Films. Dalam suasana santai dan penuh pertukaran ide, ko-sutradara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stuntman<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Albert Leung menyoroti pentingnya dukungan kelembagaan untuk kolaborasi lintas negara. \u201cI would really like to see if there are institutional supports for co-productions,\u201d katanya. \u201cI think Indonesian cinema is expanding toward the global horizon, and it\u2019s very important to have creative synergies between regions.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kesempatan yang sama, AFAA juga mengumumkan secara resmi bahwa Asian Film Awards ke-19 kini telah dibuka untuk pendaftaran. Penghargaan bergengsi ini memberikan apresiasi atas pencapaian luar biasa di industri film Asia melalui berbagai kategori seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Best Film<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Best Director<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Best Actor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Best Actress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Best Screenplay<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Best Cinematography<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Para pembuat film di seluruh Asia diundang untuk mengirimkan karya mereka dan menjadi bagian dari perayaan keunggulan sinema Asia ini. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi AFAA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malam penuh pertukaran ide dan inspirasi ini diselenggarakan oleh Asian Film Awards Academy bekerja sama dengan Jakarta Film Week, dengan dukungan finansial dari Create Hong Kong (Create HK), Film Development Fund, Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong, serta Hong Kong Economic and Trade Office Jakarta.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 24 Oktober 2025 \u2014 Hong Kong kembali membawa semangat dan kreativitasnya ke layar Jakarta Film Week melalui Hong Kong Film Gala Presentation, sebuah program yang menampilkan bakat-bakat terbaik perfilman Hong Kong kepada penonton lintas negara. Diselenggarakan oleh Asian Film Awards Academy (AFAA), program ini mempersembahkan karya-karya pilihan di berbagai kota seperti Singapura, Kuala Lumpur, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21295,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-21283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-press-release"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21283"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21296,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21283\/revisions\/21296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}