{"id":16617,"date":"2024-11-04T17:11:38","date_gmt":"2024-11-04T10:11:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/?p=16617"},"modified":"2024-11-04T21:16:57","modified_gmt":"2024-11-04T14:16:57","slug":"membangun-jembatan-empati-sinema-bersama-penikmatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/article\/membangun-jembatan-empati-sinema-bersama-penikmatnya\/%20","title":{"rendered":"Membangun Jembatan Empati Sinema Bersama Penikmatnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Talk dengan tajuk <\/span><b>Membangun Hubungan Langgeng dengan Audiens <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">diselenggarakan sebagai salah satu program di bawah JFW Net &#8211; Industry Program di Jakarta Film Week 2024.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Acara ini diisi oleh Tika Primandari (<\/span><b>Publisher Partnership Lead TikTok Indonesia<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">), Futih Aljihadi (<\/span><b>Founder &#038; CEO of Rhaya Flicks<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">) dan Dian Lasvita (V<\/span><b>P of Original Production Vidio<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">) serta dimoderatori oleh Rivki Morais (Chief Marketing &#038; Distribution Officer of MD Picture). Selama sesi yang berjalan santai dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insightful <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini membahas secara mendalam apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah karya film dapat terus melekat pada audiens.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Dian, keberagaman genre yang disuguhkan oleh paltform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Over the Top<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (OTT) seperti Vidio menjadi salah satu siasat mereka untuk lebih banyak menjangkau audiens dari beragam kalangan. Hal ini bisa dilihat dari banyak pilihan sinema ataupun series yang ada dalam katalog Vidio mulai dari yang genre reiligi,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> adultery invadility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, horror, hingga thriller, di mana setiap audiens dapat memilih sendiri mana kiranya sinema yang paling \u201cdekat\u201d mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedekatan sebuah karya sinema dengan audiens ini juga didukung oleh pernyataan dari Futih, yang menyampaikan bahwa hubungan sinema dengan audiens adalah hubungan paling intim. Sehingga hal yang paling perlu diperhatikan agar <\/span><b>sebuah karya sinema tidak hanya dapat diterima oleh mereka, tetapi juga melekat adalah dengan menyampaikan <\/b><b><i>story <\/i><\/b><b>yang terkandung dalam sebuah sinema<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Futih menambahkan, \u201ckemelekatan antara sinema dengan audiens <\/span><b>bukan dari segi daya tawar saja tetapi juga bagiamana kita bisa \u201cmenyasar\u201d emosi dan perasaan audiens dengan sebuah karya sinema<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tak berhenti sampai di situ, membangun jembatan empati ini juga diperlukan dalam beragam medium, salah satunya adalah Ti kTok. Selaku Publisher Partnership Lead TikTok Indonesia, Tika menyampaikan bahwa tidak ada rumusan pasti agar suatu konten dapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">viral <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fyp (for your page)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka dari itu diperlukan konten marketing yang dieksekusi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">apik<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tepat, dan menyasar emosi audiens agar bisa menemukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">benchmark<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau andalan untuk menemukan ceruk audiens.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun begitu, TikTok menyediakan platform<\/span><b> TikTok Entertainment Hub<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang khusus untuk memperkuat ceruk pasar sinema lokal dan internasional. <\/span><b>Harapannya dengan adanya platform tersebut, para kreator industri ini dapat semakin gigih untuk membuat konten yang dekat dan <\/b><b><i>relatable <\/i><\/b><b>dengan audiens<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menutup Program Talk hari pertama, sesi Q&#038;A hadir sebagai wadah diskusi bagi peserta dengan pembicara. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana mereka menyikapi ulasan negatif terhadap suatu karya sinema sedang mereka pasarkan. Futih mengakui bahwa ulasan negatif memang tidak dapat dihindari, tetapi bukan berarti tidak bisa menjadi kesempatan untuk rumah produksi ataupun tim marketing memaksimalkan cara mereka mengomunikasikan sebuah sinema kepada audiens.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya<\/span><b> relevansi sebuah karya sinema secara tidak langsung menunjukkan kebutuhan audiens terhadap apa yang ditawarkan oleh karya sinema<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti halnya kebutuhan audiens terhadap barang. Lagi-lagi kedekatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">story<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pengalaman menonton yang baru dan belum pernah mereka alami menjadi kunci untuk dapat menyentuh hati, emosi, dan perasaan mereka guna membangun jembatan empati antara karya sinema dengan penikmatnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nabila Dwiputri | Nanda Hadiyanti<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Talk dengan tajuk Membangun Hubungan Langgeng dengan Audiens diselenggarakan sebagai salah satu program di bawah JFW Net &#8211; Industry Program di Jakarta Film Week 2024. Acara ini diisi oleh Tika Primandari (Publisher Partnership Lead TikTok Indonesia), Futih Aljihadi (Founder &#038; CEO of Rhaya Flicks) dan Dian Lasvita (VP of Original Production Vidio) serta dimoderatori oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16650,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-16617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16617"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16639,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16617\/revisions\/16639"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}