{"id":16613,"date":"2024-11-04T17:09:12","date_gmt":"2024-11-04T10:09:12","guid":{"rendered":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/?p=16613"},"modified":"2024-11-05T09:33:19","modified_gmt":"2024-11-05T02:33:19","slug":"perkembangan-teknologi-dalam-proses-color-grading-dan-pembekalan-bagi-talenta-muda-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/article\/perkembangan-teknologi-dalam-proses-color-grading-dan-pembekalan-bagi-talenta-muda-2\/%20","title":{"rendered":"Perkembangan Teknologi dalam Proses Color Grading dan Pembekalan Bagi Talenta Muda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Film bukan hanya menghadirkan cerita, tetapi juga dibangun oleh berbagai elemen yang membuatnya &#8220;hidup&#8221;. Salah satunya adalah warna dalam visual, yang menjadi elemen penting untuk memperkaya pengalaman menonton.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">ARRI Color Science adalah salah satu teknologi dari ARRI yang digunakan dalam proses pewarnaan visual film atau biasa disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">color grading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan latar belakang keinginan pelaku di balik layar untuk memastikan warna dalam hasil akhir visual sesuai dengan desain di lokasi syuting, Dicky Ferman (ARRI Business Development Manager) dan Andhy Pulung (ARRI Certified Trainer) memberikan penjelasan teknis tentang cara menghasilkan visual yang menakjubkan, lewat sebuah acara yang menjadi bagian dari Jakarta Film Week 2024.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Acara ini fokus terhadap kecanggihan dan penambahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tools <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">oleh ARRI Color Engine. Andhy Pulung menjelaskan bahwa ARRI Color Science memiliki 5 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tools <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">baru yang dapat mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blue screen <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">green screen, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terlebih lagi ARRI juga menyediakan tambahan dan ragam pilihan proses untuk kebutuhan essence. Perkembangan teknologi ARRI membuat pemahaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih dekat dengan pelaku industri perfilman. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKetika kita mengetahui bagaimana perkembangan teknologi di industri film itu berkembang, tentunya akan berdampak pada bagaimana yang menguntungkan untuk sebuah produksi film. Baik dari segi efisiensi waktu, budget, tim dan lain-lain,\u201d ungkap Andhy Pulung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan teknologi ARRI saat ini juga, peserta diharapkan paham bahwa kamera tidak hanya dilihat dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">point of view <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0DOP tetapi juga produser, editor, sampai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">post production<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tak cuma itu kehadiran ARRI dalam konteks yang lebih luas, juga membawa harapan memudahkan proses kerja serta membantu bagaimana produser berpikir, bagaimana mereka memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">equipment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kehadiran ARRI menjadi pilihan bagi pelaku industri film untuk meminimalisir resiko sesuai dengan kebutuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHarapannya Jakarta Film Week dapat terus membaca kepentingan dan kebutuhan studio, SDM, sampai profesional yang ada dalam ruang-ruang perfilman di Indonesia, sehingga di kemudian hari Jakarta Film Week jadi ekosistem untuk banyak pelaku dapat mendistribusikan produknya dengan cara mereka masing-masing,\u201d tutup Andhy Pulung, ARRI Certified Trainer.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi <\/span><a href=\"http:\/\/www.jakartafilmweek.com\"><span style=\"font-weight: 400;\">www.jakartafilmweek.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan ikuti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nabila Dwiputri | Nanda Hadiyanti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Film bukan hanya menghadirkan cerita, tetapi juga dibangun oleh berbagai elemen yang membuatnya &#8220;hidup&#8221;. Salah satunya adalah warna dalam visual, yang menjadi elemen penting untuk memperkaya pengalaman menonton. ARRI Color Science adalah salah satu teknologi dari ARRI yang digunakan dalam proses pewarnaan visual film atau biasa disebut dengan color grading. Dengan latar belakang keinginan pelaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16654,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-16613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16613"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16613\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16616,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16613\/revisions\/16616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16654"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}