{"id":16347,"date":"2024-11-01T14:41:21","date_gmt":"2024-11-01T07:41:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/?p=16347"},"modified":"2024-11-01T14:50:48","modified_gmt":"2024-11-01T07:50:48","slug":"in-the-belly-of-a-tiger-potret-perjuangan-dan-pengorbanan-dalam-menghadapi-kemiskinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/article\/in-the-belly-of-a-tiger-potret-perjuangan-dan-pengorbanan-dalam-menghadapi-kemiskinan\/%20","title":{"rendered":"In the Belly of a Tiger: Potret Perjuangan dan Pengorbanan dalam Menghadapi Kemiskinan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta, 24\/10\/2024 &#8211; <\/span><b><i>In the Belly of a Tiger<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, film yang disutradarai oleh Jatla Siddhartha berhasil mendapatkan memikat para penonton Jakarta Film Week 2024, yang ditayangkan perdana pada tanggal 24 Oktober 2024 di CGV Grand Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan film sebelumnya, Jatla memperlihatkan realita kehidupan penduduk desa di India yang dilanda oleh kemiskinan ekstrem. Film ini terinspirasi dari kejadian nyata, di mana penduduk desa lansia yang menghadapi kesulitan keuangan terpaksa mempertaruhkan nyawa mereka dengan menghadapi serangan harimau untuk memperoleh kompensasi demi keluarga mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam cerita ini, pasangan lanjut usia, Bhagole dan Prabhata, menghadapi kenyataan pahit setelah berjuang mengadu nasib di perkotaan dan memutuskan kembali ke desa nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kembali ke desa, yang mereka miliki hanya sebuah rumah kecil yang bisa menjadi tempat berlindung bagi keluarga serta cucu nya. Mereka harus dihadapi dengan kesulitan untuk bertahan hidup, dan salah satu yang mereka miliki hanyalah tenaga. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk bekerja di sebuah pabrik batu bara, yang sangat mengeksploitasi semua pekerjanya. Hal tersebut yang membuat mereka rentan terhadap pemerasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bertahan hidup dari segala keterbatasan, mereka harus membuat keputusan yang memilukan yaitu siapa di antara mereka yang akan berkorban untuk menghadapi harimau demi memperoleh bantuan dana dari pemerintah sebagai upaya terakhir membantu keluarga yang kesulitan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Visual pedesaan yang ditampilkan dalam film ini begitu muram, seolah penonton dapat merasakan kerasnya hidup yang dialami oleh karakter, dan penonton dapat merasakan emosi dan kondisi yang sedang terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini mengeksplorasi tema tentang perjuangan hidup, tanggung jawab keluarga, dan dampak brutal dari kemiskinan yang sangat multinasional, dan sangat rentan terjadi di beberapa negara berkembang yang menghadapi soal serupa. Dengan menampilkan komentar sosial yang kuat dan visual pedesaan India yang menghantui. Tidak hanya menyoroti pergumulan satu keluarga, namun juga mengangkat isu sistemik yang mempengaruhi komunitas pedesaan di India\u200b.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">In The Belly of a Tiger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan tipe film yang cocok bagi audiens yang\u00a0 menyukai film dengan tema sosial yang mendalam dan bernuansa realistis, khususnya yang menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan India yang dihadapkan pada kemiskinan dan eksploitasi. Film ini menarik bagi mereka yang tertarik pada kritik sosial terhadap kapitalisme, khususnya mengenai dampak ekonomi pada komunitas kurang mampu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi<\/span><a href=\"http:\/\/www.jakartafilmweek.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> www.jakartafilmweek.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan ikuti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asia Khairunnisa Luthan | Nanda Hadiyanti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 24\/10\/2024 &#8211; In the Belly of a Tiger, film yang disutradarai oleh Jatla Siddhartha berhasil mendapatkan memikat para penonton Jakarta Film Week 2024, yang ditayangkan perdana pada tanggal 24 Oktober 2024 di CGV Grand Indonesia.\u00a0 Berbeda dengan film sebelumnya, Jatla memperlihatkan realita kehidupan penduduk desa di India yang dilanda oleh kemiskinan ekstrem. Film ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16358,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-16347","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16347"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16360,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16347\/revisions\/16360"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}