{"id":16343,"date":"2024-10-22T14:16:27","date_gmt":"2024-10-22T07:16:27","guid":{"rendered":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/?p=16343"},"modified":"2024-11-02T06:38:00","modified_gmt":"2024-11-01T23:38:00","slug":"jfw-net-industry-program-jakarta-film-week-2024-hadir-sebagai-ruang-bertemunya-para-pelaku-industri-film-dan-membukanya-peluang-kolaborasi-nasional-hingga-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/press-release\/jfw-net-industry-program-jakarta-film-week-2024-hadir-sebagai-ruang-bertemunya-para-pelaku-industri-film-dan-membukanya-peluang-kolaborasi-nasional-hingga-internasional\/%20","title":{"rendered":"JFW NET &#8211; Industry Program Jakarta Film Week 2024 Hadir Sebagai Ruang  Bertemunya Para Pelaku Industri Film dan Membukanya Peluang Kolaborasi  Nasional hingga Internasional"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>Jakarta, 22 Oktober 2024<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 <\/span><b>Jakarta Film Week <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">di tahun keempat penyelenggaraannya kembali menyuguhkan berbagai program menarik yang tidak hanya menjadi ruang apresiasi dan pertemuan film ke penontonnya, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi dan inovasi dalam industri perfilman internasional. Salah satu program yang semakin kuat tahun ini adalah hadirnya program industri baru dalam <\/span><b>JFW Net<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yang memayungi <\/span><b>berbagai program industri<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bertujuan mempertemukan para pelaku film, produser, distributor, dan pemangku kepentingan dari seluruh dunia. Program ini diharapkan dapat menjadi hub, membuka peluang kolaborasi yang lebih besar dan memperkuat posisi Indonesia di ekosistem dan industri film dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>JFW Net: Hub Kolaborasi di Industri Film<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">JFW Net berfungsi sebagai platform yang mempertemukan sineas nasional dan internasional untuk berbagi pengetahuan, ide, dan peluang kolaborasi. Lewat berbagai program yang dirancang untuk memperluas jaringan profesional, JFW Net menghadirkan tamu-tamu dari berbagai negara, mulai dari Asia Tenggara, Asia, hingga Eropa. Mereka terdiri dari filmmaker, produser, distributor, hingga penyelenggara festival film yang hadir untuk berdiskusi, memberikan pelatihan, dan membuka peluang kolaborasi global.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun ini, JFW Net memperkenalkan sejumlah program unggulan, di antaranya, <\/span><b>masterclass<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><b>talks<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><b>pitching forum<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga <\/span><b>business forum<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Program ini difokuskan untuk pengembangan kapasitas, memperkaya wawasan para pelaku industri film dalam menghadapi tantangan, sekaligus memberikan ruang untuk membuka peluang kerja sama antar pelaku industri dan negara.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><b>Producers Lab: Tempat Berkembangnya Talenta Baru<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak 2022, salah satu program unggulan dari JFW Net adalah <\/span><b>Producers Lab<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kembali diselenggarakan setelah sukses diselenggarakan pada edisi sebelumnya. <\/span><b>Producers Lab<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> bertujuan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam perencanaan produksi, pengelolaan pendanaan, dan strategi presentasi proyek. Selain membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri di tingkat regional dan internasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun ini, sepuluh proyek terpilih akan mendapatkan pelatihan intensif dari mentor-mentor berpengalaman. <\/span><b>Yulia Evina Bhara<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, produser kenamaan Indonesia, dan <\/span><b>Tan Si En<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, produser film asal Singapura, akan memimpin pelatihan yang mencakup berbagai aspek dari perencanaan produksi, finansial, distribusi sampai kolaborasi internasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peserta terpilih Producers Lab yang diikuti dari seluruh Indonesia akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan proyek mereka dengan bimbingan langsung dari mentor, yang kemudian menjadi jembatan untuk berpeluang masuk ke sirkuit forum internasional, termasuk salah satunya Platform Busan yang merupakan bagian dari Busan International Film Festival dan Asian Contents &#038; Film Market.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><b>Masterclass: Belajar dari Para Ahli<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masterclass menawarkan pembelajaran mendalam tentang berbagai aspek produksi film yang\u00a0 meliputi <\/span><b>penulisan naskah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><b>penyutradaraan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><b>penyuntingan. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga masterclass tersebut<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">akan diisi oleh narasumber dengan pengalaman panjang di industri film global. Sesi-sesi ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis dan inspirasi kepada sineas muda, agar mereka dapat mengasah keterampilan mereka dan bersaing di panggung internasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><b>Pitching Forum dan Business Forum: Membuka Peluang Kolaborasi<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program <\/span><b>Pitching Forum<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> di JFW Net memberikan kesempatan bagi proyek-proyek fiksi yang sebelumnya sudah melalui proses lab nasional maupun internasional seperti Indonesiana Film, LOCK x Full Circle Lab, maupun lab film lainnya, untuk dipresentasikan di hadapan kolaborator potensial dan juga pelaku industri film nasional dan internasional. Proyek-proyek yang terpilih akan berkesempatan untuk mendapatkan dukungan, baik dalam bentuk pendanaan, distribusi, konsultasi, maupun kolaborasi produksi hingga film tersebut siap tayang dan bertemu dengan penontonnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, <\/span><b>Business Forum<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> difokuskan untuk mempertemukan para pelaku bisnis dan produser film yang tertarik untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek co-produksi internasional. Forum ini bertujuan untuk membuka peluang pendanaan bagi proyek-proyek berpotensi tinggi yang mampu menarik pasar internasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><b>Festival Meeting: Southeast Asia Plus Spotlight<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Festival Meeting adalah program dari Jakarta Film Week, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika yang terus berkembang dalam lanskap festival film di Asia Tenggara. Festival film memainkan peran penting dalam membaca arah budaya, ekonomi, dan artistik industri film. Pertemuan ini dihadiri oleh narasumber para penyelenggara festival film dari utamanya Asia Tenggara serta wilayah lainnya, serta mengundang penyelenggara festival film di Indonesia sebagai pengamat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan lingkungan film global yang terus berubah, sangat penting bagi penyelenggara festival untuk terus menilai ulang posisi serta kontribusi mereka secara keseluruhan terhadap industri di negara masing-masing. Beberapa yang akan hadir yaitu Tran Thi Bich Ngoc (Co-founder Autumn Meeting), Jeremy Chua (General Manager Singapore International Film Festival), Ajish Dibyo (Direktur Eksekutif, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) &#038; JAFF Market), Jongsuk Thomas Nam (Programmer Festival BIFAN; Direktur Pelaksana Network of Asian Fantastic Films (NAFF)), Donsaron Kovitvanitcha (Direktur Festival World Film Festival of Bangkok), Ed Lejano (Direktur Artistik QCinema International Film Festival).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Acara ini juga akan dihadiri oleh Alex Sihar selaku Staf Khusus Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Vivian Idris selaku Dewan Festival Jakarta Film Week dan Rina Damayanti selaku Direktur Jakarta Film Week.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><b>Networking Event: Memperluas Jaringan di Industri Film<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kekuatan utama JFW Net adalah <\/span><b>networking event<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dirancang untuk mempertemukan pelaku industri film dari seluruh dunia. Salah satu acara yang akan digelar adalah <\/span><b>Producers Network<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yang dipersembahkan oleh<\/span><b> Adhya Pictures.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Acara ini menjadi kesempatan bagi produser untuk berjejaring dan mencari peluang kolaborasi lintas negara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, <\/span><b>Hong Kong Night <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">akan menjadi salah satu acara networking yang ditujukan untuk mempertemukan sineas maupun insan industri kreatif dari Asia Tenggara dan negara-negara lain di Asia dan Eropa. Acara ini memberikan ruang bagi para pelaku industri untuk bertukar ide dan berbagi pengalaman mengenai perkembangan terbaru di industri perfilman. Serta sebuah<\/span><b> networking event<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> lainnya yang didukung oleh<\/span><b> Hers Production.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><b>Talks: Diskusi Terbuka untuk Memahami Isu-Isu Terkini Industri Film<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program terakhir dalam rangkaian <\/span><b>JFW NET-Industry Program<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah <\/span><b>Talks<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, sebuah program diskusi terbuka yang bisa dinikmati oleh publik dengan tujuan untuk membahas kebijakan, isu, dan problematika yang ada di industri perfilman Indonesia. Sasaran utama program ini adalah pelaku industri, komunitas kreatif, penonton, pelajar, mahasiswa, dan pemerhati film.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai topik menarik dan relevan akan diangkat dalam program <\/span><b>Talks<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Diskusi ini mencakup berbagai aspek industri film yang sedang berkembang, serta tantangan yang dihadapi oleh para pelaku industri. Berikut beberapa topik yang akan dibahas dalam acara ini:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Membangun Hubungan Langgeng dengan Audiens<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Diskusi ini akan mengeksplorasi bagaimana sineas dan pembuat konten dapat membangun hubungan yang lebih dekat dan berkelanjutan dengan audiens mereka.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dari Hari ke Hati: Kerja-kerja Emosional di Industri Film<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Mengupas dinamika emosional di balik layar, serta pentingnya menjaga kesehatan mental bagi para pelaku industri film.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Rembukan: Suara Penonton, Suara Perubahan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Sebuah diskusi tentang bagaimana suara penonton dapat mempengaruhi perubahan dalam industri film, baik dari sisi konten maupun kebijakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Showcase: Concept Arts in IP Development<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Menyoroti proses pengembangan seni konsep yang digunakan dalam pengembangan properti intelektual (IP) di dunia film.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Showcase: Exhuma, The Megahit Emerges<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Sebuah showcase yang menampilkan proses kreatif di balik penciptaan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">megahit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terbaru.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Cinema in AI yang Menjadi Bagian Talks: Mendiskusikan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Film<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring dengan semakin terintegrasinya <\/span><b>Kecerdasan Artifisial (AI)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam berbagai aspek produksi film, Jakarta Film Week juga akan mengangkat tema khusus dalam salah satu sesi <\/span><b>Talks<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><b>Cinema in AI<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Meskipun AI menawarkan banyak kepraktisan, ia juga menimbulkan kekhawatiran terkait moral dan etika. Operasi AI yang sepenuhnya berbasis data sering kali diabaikan aspek-aspek manusiawi, seperti estetika dan subjektivitas, yang telah lama menjadi dasar produksi seni, termasuk film.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belum adanya regulasi yang jelas mengenai penggunaan AI dalam industri film membuatnya ibarat &#8220;rimba liar.&#8221; Ada pihak yang melihat AI sebagai alat bantu kreatif yang luar biasa, sementara yang lain merasa khawatir bahwa AI dapat digunakan untuk eksploitasi atau bahkan menggantikan kreativitas manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam diskusi ini, beberapa karya film yang telah menggunakan AI dalam proses produksinya akan dihadirkan untuk mengeksplorasi potensi teknologi ini di dunia sinema. Di saat yang sama, diskusi juga akan menyoroti risiko-risiko yang terkait dengan penggunaan AI dan mengajukan pertanyaan penting: Bisakah kreativitas manusia sepenuhnya digantikan oleh mesin?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program <\/span><b>Talks<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ini akan semakin menarik dengan adanya pemutaran film-film pilihan yang relevan dengan topik-topik yang dibahas. Penonton akan mendapatkan kesempatan tidak hanya untuk mendengarkan wawasan dari para ahli, tetapi juga menyaksikan contoh-contoh langsung dari karya film yang mengaplikasikan teknologi terkini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui program <\/span><b>Talks<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, Jakarta Film Week 2024 ingin menghadirkan ruang dialog yang produktif dan inklusif bagi semua pihak yang tertarik pada perkembangan industri film, baik di tingkat nasional maupun internasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Komitmen Jakarta Film Week 2024<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan semakin tajamnya konten JFW NET-Industry Program, Jakarta Film Week 2024 menegaskan posisinya sebagai platform yang tidak hanya merayakan karya-karya film terbaik, tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan di industri film. Festival ini bertujuan untuk menjadi pusat pengembangan industri film di tingkat global, dengan menyediakan ruang bagi sineas dan produser untuk terus berkarya dan berkembang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHadirnya JFW NET Industri Program semakin menegaskan komitmen Jakarta Film Week untuk berkontribusi pada penguatan Industri perfilman nasional, dengan menghadirkan rangkaian program yang membahas perkembangan terkini industri film yang terus bergerak dinamis, mulai dari Bisnis Forum, Producers Lab, Producers Network, Masterclass, Pitching Forum dengan menggandeng berbagai kolaborator baik nasional maupun internasional, antara lain Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbud Ristek, Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni Budaya, Kemenparekraf, berbagai asosiasi perfilman (APROFI, APFI, INAFED, IFDC, PILAR), Asian Film Awards Academy, CCIDAHK, HKETO,\u00a0 Platform Busan, serta kolaborator lainnya yang turut memperkaya penyelenggaraan Jakarta Film Week tahun ini,\u201d ungkap Rina Damayanti, selaku Festival Director Jakarta Film Week.,\u201d ungkap Rina Damayanti, selaku Festival Director Jakarta Film Week.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Jakarta Film Week 2024 akan diadakan pada 23-27 Oktober 2024,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan akan menampilkan berbagai program menarik seperti Jakarta Film Fund, Masterclass, Producers Lab, Talks, hingga Malam Penghargaan Jakarta Film Week. Program-program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para sineas dan pelaku industri untuk berbagi ide, belajar dari para ahli, dan mengeksplorasi kolaborasi yang lebih luas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi<\/span><a href=\"http:\/\/www.jakartafilmweek.com\"> <span style=\"font-weight: 400;\">www.jakartafilmweek.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan ikuti kami di media sosial @jakartafilmweek. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan sinema internasional di Jakarta tahun ini!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>***<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 22 Oktober 2024 \u2013 Jakarta Film Week di tahun keempat penyelenggaraannya kembali menyuguhkan berbagai program menarik yang tidak hanya menjadi ruang apresiasi dan pertemuan film ke penontonnya, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi dan inovasi dalam industri perfilman internasional. Salah satu program yang semakin kuat tahun ini adalah hadirnya program industri baru dalam JFW Net, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16236,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-16343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-press-release"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16343"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16554,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16343\/revisions\/16554"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16236"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}